Membawa misi pelestarian ekologi dan penerapan pertanian yang berkelanjutan di Kalimantan Barat, Solidaridad mengambil peran strategis dalam perhelatan akbar Keling Kumang Festival (KKF) IV dan Iban Summit III Tahun 2026.
Acara tahunan yang menargetkan kehadiran masyarakat adat Ibanik dari wilayah Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia ini diselenggarakan dari tanggal 14 hingga 16 Mei 2026 di Kompleks Taman Kelampiau, Dusun Tapang Sambas, Desa Tapang Semadak, Kecamatan Sekadau Hilir, Kabupaten Sekadau.
Solidaridad selama ini bekerja bersama Komunitas Dayak yang memegang prinsip bahwa kekayaan alam yang lestari merupakan nilai-nilai luhur yang dianut dan terus dijaga dari budaya lokal yang ada. Melalui partisipasinya, Solidaridad menghadirkan pameran yang secara khusus ditujukan untuk menumbuhkan kesadaran pengelolaan sumber daya alam berbasiskan nilai-nilai sosial budaya yang ada.
Dalam festival ini, Solidaridad hadir dengan menampilkan eksibisi miniatur pengelolaan lahan berasaskan prinsip pertanian regeneratif (Regenagri) sekaligus memperkenalkan praktik pengelolaan perkebunan sawit secara berkelanjutan. Melalui ajang pameran ini juga, Solidaridad mengedukasi pengunjung mengenai tata kelola hutan yang dirancang agar mampu memberikan nilai tambah ekonomi bagi masyarakat di sekitar kawasan hutan, tanpa harus mengorbankan kelestarian ekosistem dan memperhatikan budaya yang ada, melalui Perhutanan Sosial (PS). Sebagai langkah nyata untuk mendukung pemberdayaan masyarakat, momentum ini dimanfaatkan untuk memaparkan berbagai program pendampingan dari Solidaridad yang dapat diakses secara langsung oleh para petani kelapa sawit swadaya lokal.
Lebih jauh dari sekadar edukasi melalui pameran, Solidaridad juga memiliki peran penting dalam memberikan pembinaan kepada Credit Union (CU) Keling Kumang, khususnya untuk mendampingi para petani kelapa sawit swadaya. Sinergi ini dirancang untuk memastikan praktik pertanian ramah lingkungan terintegrasi langsung dengan penguatan kapasitas petani di lapangan.
Melalui ajang KKF IV dan Iban Summit III, Solidaridad menegaskan pentingnya menyeimbangkan potensi ekonomi dan sosial budaya dari kawasan hutan.
“Harapannya, semakin banyak pihak yang peduli pada kelestarian alam. Tidak hanya fokus mengejar ekonomi, tetapi juga menjaga nilai-nilai sosial budaya dan menjalankan praktik pertanian serta perkebunan yang berkelanjutan,” ujar Country Manager Solidaridad Indonesia, Yeni Fitriyanti.
Langkah strategis Solidaridad ini menyatu secara harmonis dengan visi Credit Union Keling Kumang (CUKK). Sebagai inisiator kegiatan, lembaga keuangan ini konsisten mewadahi masyarakat etnis Dayak dengan melaksanakan KKF setiap tahun guna melestarikan khasanah adat, seni, budaya, hingga kuliner untuk diperkenalkan kepada generasi muda di tengah arus modernisasi. Sebagai lembaga keuangan yang dinilai sehat serta memiliki efisiensi pengelolaan jaringan cabang yang baik, CU Keling Kumang hadir sebagai instrumen alternatif layanan keuangan bagi masyarakat menuju kesejahteraan yang diharapkan.
Bagi para petani yang menjadi anggota, skema simpan pinjam dan kredit usaha mikro dari CU sangat membantu meningkatkan usaha perekonomian masyarakat yang ada, dan memperkuat ekonomi rumah tangga. Komitmen CU Keling Kumang terhadap ketahanan masyarakat juga dibuktikan melalui perannya yang aktif dalam program Corporate Social Responsibility (CSR). Sebagai koperasi dengan penghargaan CSR terbaik, CU Keling Kumang menyalurkan donasi pendidikan melalui beasiswa jenjang SMA, bantuan UMKM, dan ragam kegiatan sosial lainnya.
Sebagai roh dari keseluruhan festival ini, masyarakat Dayak Iban akan menampilkan jejak peradaban serta interaksi sosial-budaya lintas batas yang harmonis, sebagaimana dinamika yang terjadi di kawasan Badau. KKF IV akan menggali kembali memori sejarah warisan adat yang berpusat di Tampun Juah dan Panjae di Tembawai, yang merupakan pusat peradaban awal Iban.
Selain itu, kesadaran akan kearifan etnoekologi masyarakat Dayak akan tercermin melalui pemanfaatan berbagai tanaman lokal untuk kerajinan anyaman tradisional. Festival ini juga secara khusus menyoroti representasi dan peran penting perempuan Dayak Iban dalam mempertahankan pelestarian adat, salah satunya melalui ritual tenun ikat Pua Kumbu yang tidak hanya menjadi identitas budaya utama, tetapi juga menjadi medium yang menghubungkan tradisi masyarakat di Kalimantan Barat dan Serawak, Malaysia. Bun (suarakalbar.co.id)





