Agrinas Palma Dorong Percepatan Peremajaan Sawit Rakyat untuk Dongkrak Produktivitas

PT Agrinas Palma Nusantara (APN) mendorong percepatan peremajaan sawit rakyat (PSR) sebagai solusi utama untuk meningkatkan produktivitas perkebunan sawit nasional yang masih tertinggal, terutama di tengah dominasi kebun milik petani kecil.

Direktur Kemitraan dan Plasma APN, Seger Budiardjo, menegaskan bahwa kelapa sawit tetap menjadi komoditas strategis yang menopang ekonomi nasional sekaligus mendorong hilirisasi industri.

Namun, produktivitas perkebunan rakyat masih menjadi pekerjaan rumah besar karena luasnya mencapai hampir 7 juta hektar atau sekitar 42% dari total perkebunan sawit nasional.

Salah satu langkah konkret yang dilakukan Agrinas Palma adalah memberikan pendampingan kepada kelompok tani dan koperasi dalam menjalankan program PSR.

Program ini dinilai krusial karena sebagian besar kebun sawit rakyat saat ini didominasi tanaman tua yang sudah tidak produktif.

Seger mengungkapkan, sekitar 40% atau 2,8 juta hektar kebun sawit rakyat merupakan tanaman berusia lebih dari 25 tahun, yang melibatkan sekitar 1,1 juta kepala keluarga. Kondisi ini berdampak langsung pada rendahnya produktivitas.

Saat ini, produktivitas sawit rakyat tercatat hanya sekitar 2,6 ton per hektar per tahun. Angka ini jauh di bawah produktivitas perkebunan swasta sebesar 3,4 ton per hektar dan BUMN (PTPN) yang mencapai 4,8 ton per hektar.

Baca Juga:  Warganya Lebih Suka Tanam Sawit, Bupati Mukomuko Keluhkan Inflasi Tinggi

Rendahnya produktivitas tersebut, lanjut Seger, tidak lepas dari minimnya realisasi PSR. Dalam tiga tahun terakhir, pelaksanaan PSR rata-rata hanya mencapai 20 ribu hektar per tahun.

“Perlu strategi percepatan PSR. Dukungan pemerintah dan peran aktif Agrinas Palma menjadi kunci,” ujarnya dalam keterangannya seperit dikutip Senin (27/4/2026).

Untuk mempercepat PSR, Agrinas Palma menyiapkan tiga strategi utama. Pertama, penerapan single management system agar pengelolaan PSR lebih terintegrasi dan efisien. Kedua, mendorong simplifikasi regulasi melalui koordinasi lintas kementerian dan lembaga.

Ketiga, memberikan pendampingan end to end kepada petani, mulai dari pengurusan administrasi, akses pembiayaan, hingga dukungan operasional di lapangan.

Upaya percepatan ini juga diperkuat melalui Forum Diskusi Terbatas (FDT) bertema percepatan PSR yang mempertemukan berbagai pemangku kepentingan.

Forum ini menjadi momentum penting karena untuk pertama kalinya sejumlah kementerian dan lembaga terkait PSR hadir dalam satu forum bersama.

Perwakilan Rumah Sawit Indonesia (RSI), Kacuk Sumarto, menilai pertemuan tersebut sebagai langkah strategis untuk mempercepat implementasi PSR.

Ia berharap sinergi lintas lembaga ini dapat mempercepat transformasi perkebunan sawit rakyat menuju era industri yang lebih produktif dan berkelanjutan. Bun (kontan.co.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Slide2
Informasi Tentang Keanggotaan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Terbaru
bpanya orng
Perkuat Daya Saing Ekspor, BPDP dan GPPI Percepat Sertifikasi ISPO Petani Sawit
sawitttttt
Kebijakan Limbah Sawit Perlu Dikaji Ulang, Berisiko Picu Biaya dan Ekologi
Pengelolaan kebun klp sawit
Mendorong Produk Turunan Sawit di Bidang Pangan Nasional
Kepala-Distan-Gumas
Program plasma digenjot, sawit diharap dongkrak kesejahteraan masyarakat Gumas