Program plasma digenjot, sawit diharap dongkrak kesejahteraan masyarakat Gumas

Pemerintah Kabupaten Gunung Mas, Kalimantan Tengah terus mendorong penguatan sektor perkebunan kelapa sawit di kabupaten setempat sebagai salah satu penopang ekonomi daerah.

Bupati Gunung Mas Jaya S Monong melalui Kepala Dinas Pertanian Aryantoni saat dihubungi dari Kuala Kurun, Minggu, mengatakan melalui percepatan program kebun plasma, investasi sawit diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya petani lokal.

“Program percepatan kebun plasma ini merupakan bagian dari program unggulan daerah, yakni Tambun Bungai Mandiri, yang menjadi turunan dari visi pembangunan Program Tambun Bungai,” sambungnya.

Salah satu fokus utamanya adalah mempercepat pembangunan kebun sawit plasma milik masyarakat, di mana pemerintah daerah terus mengejar realisasi kewajiban perusahaan besar swasta (PBS) dalam membangun kebun plasma bagi masyarakat sekitar.

Kebun plasma dinilai menjadi instrumen penting untuk mendorong keterlibatan masyarakat dalam industri kelapa sawit, sekaligus membuka peluang peningkatan pendapatan secara berkelanjutan.

Selain itu, Pemkab Gunung Mas juga melakukan pendataan kebun sawit milik masyarakat. Pendataan tersebut ditujukan untuk mendukung penerbitan Surat Tanda Daftar Budidaya (STDB), sebagai bentuk legalitas usaha perkebunan rakyat.

Ia menjelaskan, legalitas tersebut diharapkan dapat memperkuat posisi petani, baik dalam akses pembiayaan, pendampingan, maupun pemasaran hasil produksi.

Upaya percepatan plasma dan pendataan kebun sawit rakyat tersebut turut didukung melalui pendanaan dari Dana Bagi Hasil (DBH) Sawit. Dengan dukungan tersebut, pemerintah optimistis pengembangan sawit rakyat dapat berjalan lebih terarah dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Gubernur Kaltara Dukung Investasi Pabrik Minyak Goreng

Secara umum, keberadaan investasi kelapa sawit di kabupaten bermoto ‘Habangkalan Penyang Karuhei Tatau’ memberikan sejumlah kontribusi terhadap perekonomian daerah.

“Selain meningkatkan pendapatan masyarakat, sektor ini juga membuka lapangan kerja serta mendorong pemerataan ekonomi di wilayah pedesaan,” imbuhnya.

Pemerintah daerah berharap, melalui penguatan program plasma dan legalitas kebun rakyat, sektor kelapa sawit dapat terus menjadi salah satu pilar utama dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat Gumas.

Lebih lanjut, sejauh ini sebanyak delapan PBS sektor perkebunan kelapa sawit yang beroperasi di Gumas telah memenuhi kewajiban kebun plasma bagi masyarakat setempat.

Delapan perusahaan tersebut adalah PT Flora Nusa Perdana, PT Mulia Sawit Agrolestari, PT Tantahan Panduhup Asi, PT Kalimantan Hamparan Sawit, PT Agrolestari Sentosa, PT Berkala Maju Bersama Estate Kurun, PT Kahayan Agro Plantation dan PT Archipelago Timur Abadi.

Sementara itu, sejumlah PBS masih belum memenuhi kewajiban plasma secara penuh karena beberapa hal, seperti perjanjian kerja sama antara perusahaan dan koperasi mitra yang belum selesai dibahas, draf perjanjian yang belum disampaikan, Surat Keputusan (SK) Calon Petani (CP) yang belum diterbitkan, dan lainnya.

“Pemkab Gumas melalui Dinas Pertanian sudah mengirimkan surat mengingatkan pelaksanaan kewajiban dimaksud kepada PBS sawit terkait,” demikian Aryantoni. Bun (kalteng.antaranews.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik