Periode Desember Harga TBS Kelapa Sawit Bengkulu Mencapai Rp3.116 per kilogram

Bengkulu – Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan (DTPHP) Provinsi Bengkulu menetapkan harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit periode Desember 2024 sebesar Rp3.116 per kilogram.

“Harga ini mengalami kenaikan dibandingkan periode sebelumnya yang berada di angka Rp3.077 per kilogram,” kata Sub Koordinator Panitia Pemeriksa Hasil Pekerjaan (PPHP) Bidang Perkebunan, Yuhan Syahmeri, Selasa, 3 Desember 2024.

Peningkatan harga ini kata Dia, dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk mulai aktifnya perusahaan-perusahaan perkebunan dalam menjual cangkang sawit dengan harga Rp200 per kilogram.
“Salah satu faktor pendukungnya adalah adanya perusahaan yang mulai menjual cangkang sawit dengan harga Rp200 per kilogram. Selain itu, kualitas sawit di Bengkulu juga terus meningkat,” kata Yuhan.

Yuhan menekankan pentingnya peran petani dalam menjaga kualitas hasil panen. Ia mengimbau petani sawit di Bengkulu untuk melakukan panen secara konsisten dan tepat waktu agar harga tetap kompetitif di pasar.

Baca Juga:  Harga TBS Kelapa Sawit Riau Tembus Rp 3.635 Per Kg, Petani Semakin Optimis

“Kami mengimbau seluruh petani sawit untuk menjaga kualitas buah dengan panen tepat waktu. Jika buah menumpuk terlalu lama, harganya bisa terdampak,” tambahnya.

Penetapan harga ini didasarkan pada laporan penjualan produk kelapa sawit oleh perusahaan perkebunan di Bengkulu, termasuk cangkang dan produk turunannya. Keputusan tersebut dituangkan dalam surat keputusan bersama yang ditandatangani oleh Plh Kepala Dinas TPHP Bengkulu, Darminsyah.

Dengan kenaikan harga ini, diharapkan petani sawit di Bengkulu dapat lebih termotivasi untuk menjaga kualitas dan konsistensi hasil panennya demi mendukung stabilitas harga di masa mendatang. (Kilas.co.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
mbl swt
Kantong Petani Makin Tebal, Harga TBS Provinsi Babel Ditetapkan Naik Menjadi Rp3.514/kg
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
kompo
Mentan Sebut Ekspor CPO Menguat, RI Kokoh Jadi Raja Sawit Dunia
sawity
Akademisi: "Traceability" Penting bagi Industri Sawit Nasional
orang oranggg
PTPN IV PalmCo gandeng ITS kembangkan bensin sawit
aspekpir
Aspekpir Yakinkan Pekebun Ikut PSR