Jelang akhir tahun, Lapas Nunukan kembali Panen 1,9 Ton Kelapa Sawit

Nunukan – Menjelang penghujung tahun 2024, Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Nunukan melalui hasil pembinaan perkebunan yang dikelola oleh warga binaan berhasil memanen sebanyak 1,9 ton kelapa sawit dari lahan yang dikelola secara mandiri di area lapas Nunukan.

Panen ini merupakan kegiatan rutin hasil warga binaan yang terlibat dalam program pembinaan kemandirian di bidang perkebunan.

Kepala Lapas Nunukan, Puang Dirham menjelaskan bahwa program ini bertujuan untuk memberikan keterampilan kepada warga binaan, sehingga mereka dapat lebih siap untuk kembali ke masyarakat setelah masa pembinaan selesai.

“Lapas Nunukan memiliki Luas Lahan keseluruhan 10ha, kami memiliki lahan sawit yang cukup luas. Perkebunan sawit merupakan salah satu komoditas utama perekonomian di Kab. Nunukan dan kami ingin memberi bekal kepada warga binaan. Ini juga merupakan bukti bahwa warga binaan mampu berkontribusi secara produktif,” ujarnya

Baca Juga:  Kolaborasi BPDPKS, Anggota Komisi IV DPR RI dan Aspekpir Kenalkan Kebaikan Sawit di Sanggau.

Proses panen dilakukan secara terorganisir, dengan melibatkan warga binaan yang telah mendapatkan pelatihan khusus.

Dari hasil panen tersebut, sebagian besar akan dijual untuk mendukung operasional lapas melalui kerjasama pihak ketiga, sementara sisanya dimanfaatkan untuk kegiatan pembinaan lanjutan.

Dengan hasil panen ini, Lapas Nunukan optimis dapat menutup tahun 2024 dengan pencapaian yang membanggakan, sekaligus menegaskan komitmennya dalam membina warga binaan menjadi pribadi yang lebih baik. (Menpam.go.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
mbl swt
Kantong Petani Makin Tebal, Harga TBS Provinsi Babel Ditetapkan Naik Menjadi Rp3.514/kg
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
kompo
Mentan Sebut Ekspor CPO Menguat, RI Kokoh Jadi Raja Sawit Dunia
sawity
Akademisi: "Traceability" Penting bagi Industri Sawit Nasional
orang oranggg
PTPN IV PalmCo gandeng ITS kembangkan bensin sawit
aspekpir
Aspekpir Yakinkan Pekebun Ikut PSR