Hadiri Kemenkeu Satu Sinergi dan Kolaborasi Pemberdayaan UMKM; Aspekpir Gelar Bimtek Bikopra di Kalbar.

PONTIANAK– Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (ASPEKPIR) hadiri Kegiatan Kemenkeu Satu Sinergi dan Kolaborasi Pemberdayaan UMKM Berkelanjutan.

Kegiatan tersebut diselenggarakan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI melalui BPDPKS di Kantor Wilayah Perbendaharaan Kalbar, Rabu (08/02/2023).

Kegiatan tersebut merupakan salah satu upaya BPDPKS yang notabene merupakan BLU di bawah Kemenkeu RI untuk mendorong penguatan UMKM dan mensosialisasikan kebijakan Kemenkeu RI di wilayah Kalbar.

“Saya hadir disana dan melihat kegiatan tersebut sangat bagus untuk memperkenalkan produk-produk UMKM di Kalimantan Barat,” kata Ketua Harian DPP ASPEKPIR Juwita Yadi kepada infoaspekpir.com

Dia menjelaskan dalam waktu dekat DPP Aspekpir juga akan melaksanakan kegiatan pelatihan bagi anggota koperasi anggota Aspekpir di Kalbar, tepatnya tanggal 20-22 Februari 2023.

Kegiatan bernama Bimbingan Teknis UMKM Bikopra tersebut merupakan kerja sama antara ASPEKPIR dan BPDPKS (Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit).

Bikopra singkatan dari Bangun Industri Koperasi Rakyat Sejahtera yang dicetuskan untuk memberdayakan UMKM anggota Aspekpir, khususnya koperasi.

Baca Juga:  Bikopra Aspekpir Berpeluang Kembalikan Kejayaan KUD di Indonesia

Juwita menjelaskan pada kegiatan tersebut, Aspekpir akan memamerkan beragam produk kelapa sawit yang dihasilkan oleh para anggota Aspekpir di Kalbar. “Setelah Bimtek Bikopra, koperasi anggota Aspekpir akan termotivasi untuk meningkatkan produk-produk koperasinya,” katanya.

DPP Aspekpir sebelumnya sukses melaksanakan Bimtek Bikopra di Pekanbaru Riau.  Ketua Umum Aspekpir Setiyono  mengatakan banyaknya pelaku usaha berdampak baik terhadap kemajuan bangsa, terutama jika pelaku usaha mengelola perkembangan bisnis yang dijalankannya dengan baik melalui bantuan teknologi yang tersedia saat ini.

“Salah satunya dengan kehadiran  Agribisnis pengelolaan limbah di areal sawit di integrasikan dengan ternak sapi, program ini di gagas di wilayah Provinsi Riau oleh ASPEKPIR dengan nama BIKOPRA  ini,” katanya.

Dengan wujud nyata yang dibuat pilot project di satu desa memanfaatkan limbah sawit dapat membangkitkan gairah mengembangkan populasi ternak sapi dan dapat menumbuh kembangkan UMKM di pedesaan untuk meningkatkan kesejahteraan keluarga dan masyarakat, lebih luas lagi menopang perekonomian Nasional. AJ

 

 

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
mbl swt
Kantong Petani Makin Tebal, Harga TBS Provinsi Babel Ditetapkan Naik Menjadi Rp3.514/kg
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
aspekpir
Aspekpir Yakinkan Pekebun Ikut PSR
TBS-sawit
Amran Genjot Produksi Sawit, Prioritaskan Penanaman di Lahan Gundul
6992c2e0ee94c
PTP Nonpetikemas Kirim 18.000 Ton Produk Turunan Kelapa Sawit ke Pakistan
C
Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular