Aspekpir Yakinkan Pekebun Ikut PSR

Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan di Indragiri Hulu (Inhu), Riau menggelar sosialisasi percepatan pelaksaan peremajaan sawit rakyat (PSR) di KUD Maju Bersama, Desa Bukit Lingkar, Kecamatan Batang Cenaku, Kamis (16/4/2026).

Dalam sosialisasi ini, Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) dipercaya menjadi narasumber untuk meyakinkan pekebun bahwa replanting sawit program Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) akan menghasilkan produktivitas dalam jangka 3 tahun.

Sutoyo, selaku Ketua Aspekpir wilayah I Riau di Inhu mengulas kembali kebelakang perjalanan organisasinya dalam memperjuangkan dana PSR sebelumnya tidak memadai untuk petani.

“Saat itu dana hibah replanting BPDPKS hanya sebesar Rp 35 juta/hektar, tidak mampu mengakomodasi tanaman baru sawit sampai produktif atau hanya sampai ke tahap P0,P1,P2, ini pengalaman petani yang telah melaksankan PSR,” terangnya dalam forum.

Berbagai upaya terus dilakukan ke Dirjenbun dalam memperjungkan hak petani sawit agar besaran bantuan di atas ditambah, kata Sutoyo. Misalkan nih, lanjutnya, dana PSR masih saja bertengger diangka Rp 35 juta/hektar pekebun kelimpungan mencari dana talangan, bahkan pihak bank tidak mau memberi pinjaman karena areal yang digarap belum produktif.

Baca Juga:  Pakar: Asetil selulosa tandan sawit bisa menjadi bahan baku plastik

“Alhamdulillah, berjalan 2 tahun perjuangan kita membuhakan hasil, dana PSR disetujui Dirjenbun dan DPR RI naik menjadi Rp 60 juta/hektar,” jelasnya.

Pada kesempatan ini, dia berharap kepada teman-teman pekebun khususnya KUD mitra PT Mega Nusa Inti Sawit (MNIS) segera melengkapi persyaratan program BPDP, dan duitnya dapat dinikmati kelompok pekebun.

Kemudian, beliau meyakinkan petani untuk tidak khawatir apabila kebun sawitnya diganti tanaman baru karena dari besaran dana program peremajaan ada budget yang disisihkan untuk tanaman sela/tumpang sari.

“Biaya tumpang sari ini untuk membantu petani bertahan hidup sebelum kebun sawit yang ditebang tadi menghasilkan,” bebernya.

Sementara itu, Endang Mulyawan selaku Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Perikanan Inhu menuturkan bahwa pihaknya kedepan setiap kegiatan sosialisasi percepatan peremajaan sawit akan menggandeng Aspekpir.

“Saya dan Aspekpir akan bersama-sama besinergi memperjuangkan petani Inhu dalam menjemput program dana BPDP,” tandas dia. Bun (polez.id)

 

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
8-3306340100
Limbah Kelapa Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tinggi, Pasokannya Melimpah
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
Munassss
Secara Aklamasi, Setiyono Kembali Pimpin Aspekpir Indonesia Periode 2023-2028
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik