Disbun Riau: Pelatihan SDM Sawit Hak Pekebun, Manfaatkan untuk Tingkatkan Kesejahteraan

Dinas Perkebunan Provinsi Riau mengajak  pekebun kelapa sawit memanfaatkan program  Pelatihan Teknis Budidaya Kelapa Sawit Pengembangan SDM Perkebunan Kelapa Sawit (SDM PKS) sebagai kesempatan meningkatkan kapasitas, produktivitas, dan kesejahteraan usaha tani.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Bidang Pengembangan Usaha Perkebunan dan Penyuluhan Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Novri Ilham, mewakili Kepala Dinas Perkebunan Provinsi Riau, saat membuka Pelatihan SDMP tajaan PT Pusat Perkebunan Berkelanjutan Setara Indonesia (Bestari) yang didukung Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) di Hotel Novotel Pekanbaru, Senin (6/7/2026).

Pelatihan yang diselenggarakan berlangsung pada 5–12 Juli 2026 tersebut diikuti oleh 172 pekebun asal Kabupaten Indragiri Hilir, Riau. Program ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas pekebun melalui penguatan kompetensi teknis budidaya kelapa sawit.

Novri mengatakan  pelatihan menjadi ruang penting bagi petani untuk memperoleh pengetahuan baru mengenai budidaya kelapa sawit. Menurutnya, peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi kunci memperkuat daya saing perkebunan rakyat di tengah tantangan industri sawit.

Ia mengaku baru memahami lebih dalam bahwa program pengembangan SDM tersebut bersumber dari dana perkebunan yang juga berasal dari kontribusi para pekebun sawit. Karena itu, ia menilai seluruh petani berhak memanfaatkan program tersebut secara optimal.

“Ternyata hak itu hak kita. Saya tidak tahu sebelumnya. Pengalaman saya hari ini luar biasa. Saya juga penyumbang kegiatan ini,” kata Novri.

Baca Juga:  Fokus Dinas Perkebunan Kalteng Tahun 2026, Memperkuat Skema Plasma demi Dongkrak Kesejahteraan Petani Sawit

Menurutnya, pemahaman mengenai sumber pendanaan itu penting agar petani semakin percaya diri mengikuti berbagai program peningkatan kapasitas yang diselenggarakan pemerintah bersama BPDP.

Novri berharap seluruh peserta mengikuti setiap sesi pelatihan dengan serius. Ilmu yang diperoleh, katanya, harus diterapkan di lapangan agar mampu meningkatkan produktivitas kebun dan pendapatan petani.

“Belajarlah dengan sungguh-sungguh untuk mendapatkan ilmunya, mendapatkan berkahnya, dan meningkatkan kesejahteraan kita semua,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi penyelenggaraan pelatihan oleh PT Bestari yang dinilai menghadirkan suasana baru dalam pengembangan SDM perkebunan di Provinsi Riau. Menurutnya, antusiasme peserta mencerminkan besarnya semangat petani untuk terus belajar.

Novri menilai pelatihan akan lebih bermanfaat apabila peserta aktif berdiskusi dengan para narasumber. Kesempatan tersebut dapat dimanfaatkan untuk mencari solusi terhadap berbagai persoalan yang dihadapi di kebun.

“Manfaatkanlah forum diskusi sekarang ini dengan sebaik-baiknya,” katanya.

Ia menambahkan peningkatan pengetahuan harus berjalan seiring dengan peningkatan kesejahteraan petani. Karena itu, setiap materi pelatihan perlu diterapkan secara nyata dalam pengelolaan kebun rakyat.

Novri berharap program pengembangan SDM PKS terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak pekebun di Provinsi Riau. Menurutnya, keberhasilan pembangunan perkebunan sangat ditentukan oleh kualitas sumber daya manusia yang mengelolanya.

“Semoga kegiatan ini menjadi tonggak baru pelaksanaan peningkatan SDM perkebunan kelapa sawit yang unggul, profesional, dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani,” pungkasnya. Bun (sawitsetara.co)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik