Tak Lewat Tengkulak, Pekebun Sawit PSR Bengkulu Selatan Didorong Jual Langsung ke Pabrik

Pemerintah Kabupaten Bengkulu Selatan terus mencari langkah strategis untuk meningkatkan pendapatan petani kelapa sawit, khususnya yang tergabung dalam program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Salah satu upaya yang kini diperkuat yakni membuka akses kemitraan langsung antara kelompok pekebun dengan perusahaan pabrik kelapa sawit (PKS).

Langkah tersebut dinilai penting agar petani memiliki kepastian pasar sekaligus memperoleh harga jual tandan buah segar (TBS) yang lebih kompetitif dibandingkan penjualan melalui jalur perantara atau tengkulak.

Kepala Bidang Perkebunan Dinas Pertanian Kabupaten Bengkulu Selatan, Arif Budiman menjelaskan kebijakan ini merupakan tindak lanjut arahan pemerintah daerah untuk memperkuat kesejahteraan petani sawit melalui pola kerja sama yang lebih menguntungkan.

Menurutnya, kemitraan langsung dengan pihak pabrik akan memberikan akses penjualan yang lebih jelas bagi para petani, terutama hasil panen dari kebun sawit yang telah mengikuti program PSR.

“Kami akan mendorong kelompok pekebun peserta PSR agar dapat bermitra langsung dengan pabrik kelapa sawit dalam pembelian tandan buah segar hasil produksi pekebun swadaya,” jelas Arif.

Baca Juga:  Astra Agro Dorong Inovasi Benih Unggul untuk Masa Depan Sawit Berkelanjutan

Ia menambahkan, kebun sawit yang diremajakan melalui program PSR diyakini menghasilkan kualitas buah yang lebih baik karena menggunakan bibit unggulan dan menerapkan sistem budidaya sesuai standar perkebunan modern.

Dengan kualitas produksi yang lebih baik, pemerintah optimistis harga jual sawit milik petani juga akan meningkat sehingga berdampak langsung terhadap pendapatan masyarakat yang menggantungkan hidup pada sektor perkebunan.

Selain fokus pada pemasaran hasil panen, pemerintah daerah juga terus melanjutkan program peremajaan sawit rakyat sebagai bagian dari strategi menjaga produktivitas perkebunan jangka panjang.

Sejauh ini, sekitar 1.300 hektare kebun sawit milik masyarakat di Bengkulu Selatan telah menjalani proses replanting atau peremajaan melalui program PSR.

Untuk memperluas manfaat program tersebut, pada tahun 2026 pemerintah kembali mengajukan usulan tambahan replanting seluas 500 hektare agar semakin banyak petani yang mendapatkan manfaat peningkatan produktivitas.

“Harapan kami usulan tersebut dapat terealisasi sehingga program replanting terus berlanjut, produksi sawit meningkat, kualitas tetap terjaga, dan kesejahteraan petani semakin baik,” tutup Arif. Bun (betv.disway.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
hahaha
Industri Sawit Miliki Fondasi Kuat pada Aspek Keselamatan Kerja
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
sawit-tbs
Pakar Prediksi Harga TBS Kembali Naik Setelah Pemerintah Jelaskan DSI
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik
17854690420665427
Penerimaan Bea Keluar Sawit di Bea Cukai Pangkalan Bun Rp 882 Miliar