Paser, Kaltim —Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan dan Aspekpir Indonesia mendukung terwujudnya ketahanan pangan melalui pemberdayaan UMKM Sawit di Kabupaten Paser, Provinsi Kalimantan Tengah pada 12-13 Mei 2026.
Melalui kegiatan Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA serta Pembuatan Biochar dan Tandan Kosong Sawit Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pangan, baik BPDP maupun Aspekpir Indonesia mengharapkan petani sawit di daerah tersebut dapat membuat produk skala UMKM yang bisa mendukung peningkatan produktivitas pangan tanaman maupun ternak.
Kegiatan workshop tersebut diikuti seratusan peserta dari kalangan petani sawit plasma, perwakilan dari belasan koperasi petani sawit di Paser serta pelaku UMKM dari berbagai wilayah di Kabupaten Pasar, Kalimantan Timur.
Hadir pada kegiatan tersebut Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono, Ketua Aspekpir Kalimantan Timur Aliyadi, Analis Senior Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP Anwar Sadat, General Manager PTPN IV Reginal 5 Wilayah Kaltim Mohamad Agung dan Kepala Desa Sawit Jaya Nasrullah.
Kegiatan menghadirkan sejumlah narasumber yakni General Manager Distrik Petani Mitra PTPN IV Regional3 Riau Ferri P. Lubis, Pengawas Mutu Pakan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kaltim Dewi Eka Nur Anisa, Yayasan Aghatis Dammara Karbon M Mirza Arif, dan PT Perfecta Lintas Semesta Arif Firmansyah.

Kegiatan yang dipusatkan di Desa Sawit Jaya tersebut memuat narasi sawit mendukung ketahanan pangan dan pemberdayaan petani sawit melalui UMKM dengan memberikan pengalaman kepada peserta berupa praktik membuat pakan ternak dari daun sawit dan praktik membuat biochar dari tandan kosong sawit.
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser Djoko Bawono mengatakan Kegiatan workshop pelatihan pembuatan pakan ternak berbahan baku sawit di Kabupaten Paser berlangsung hangat dan penuh antusias.
Dalam sambutannya, perwakilan Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Paser menyampaikan apresiasi kepada Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang terus mendukung pengembangan sektor sawit rakyat melalui program peremajaan sawit rakyat (PSR), pengembangan sumber daya manusia (SDM), hingga pelatihan bagi petani. Kegiatan tersebut turut dihadiri sejumlah narasumber dari BPDP, praktisi, serta para petani sawit dan peternak di Kabupaten Paser.
Dalam kesempatan itu, disampaikan bahwa Kabupaten Paser merupakan daerah pertama di Kalimantan Timur yang mengembangkan perkebunan sawit rakyat sejak era 1980-an. Saat ini, ribuan hektare kebun sawit tua di daerah tersebut telah mendapatkan program peremajaan sawit rakyat.
Disebutkan pula bahwa luas perkebunan sawit di Kabupaten Paser terus berkembang pesat. Berdasarkan data resmi, luas sawit mencapai sekitar 180.000 hektare, namun di lapangan diperkirakan telah menembus lebih dari 250.000 hektare.

Pemerintah daerah berharap adanya sinergi antara perusahaan, pemerintah, dan petani agar kesejahteraan petani sawit terus meningkat melalui berbagai program pembinaan, pelatihan, dan kemitraan yang berkelanjutan.
Analis Senior Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM Badan Pengelola Dana Perkebunan menegaskan bahwa BPDP terus memperkuat perannya sebagai motor penggerak pembangunan sektor kelapa sawit nasional melalui berbagai program strategis yang memberikan dampak nyata bagi masyarakat.
Menurut dia, sebagai lembaga di bawah Kementerian Keuangan, BPDP memastikan dana yang dihimpun dari pungutan ekspor kelapa sawit dikembalikan untuk kepentingan rakyat melalui program-program pengembangan dan pemberdayaan yang langsung dirasakan manfaatnya oleh masyarakat luas.
BPDP memiliki sejumlah program unggulan yang menjadi tulang punggung penguatan industri sawit nasional. Salah satunya adalah program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR) dengan dukungan pendanaan hingga Rp60 juta per hektare guna meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani.

Di bidang pengembangan sumber daya manusia, BPDP terus membuka peluang bagi generasi muda melalui program beasiswa sawit yang bertujuan mencetak SDM unggul dan profesional di sektor perkebunan. Tidak hanya itu, BPDP juga aktif mendukung riset, inovasi, dan hilirisasi produk sawit agar mampu meningkatkan nilai tambah industri nasional dan memperluas manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Ketua DPD I Aspekpir Kalimantan Timur Aliyadi menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada BPDP yang telah mendukung kegiatan Aspekpir Indonesia, khususnya kegiatan Praktik Pengolahan Daun Sawit Menjadi Pakan Ternak untuk Mendukung Program SISKA serta Pembuatan Biochar dan Tandan Kosong Sawit Skala UMKM dalam Mendukung Ketahanan Pangan.
Kegiatan pembuatan biochar maupun pakan ternak dari daun sawit, serta penerapan sistem integrasi sapi dan kelapa sawit (SISKA), merupakan langkah konkrit dari Aspekpir Indonesia dalam meningkatkan kapasitas petani kelapa sawit plasma anggota Aspekpir Indonesia, khususnya di Kotawaringin Barat.
Dia menjelaskan inovasi dalam pembuatan produk produk bernilai ekonomi dengan bahan baku biomassa dari kelapa sawit seperti biochar, pakan ternak dari daun sawit, dan pemanfaatan tankos merupakan solusi berkelanjutan yang tidak hanya meningkatkan pendapatan, tetapi juga menjaga lingkungan yang ramah. Bun





