600 Ribu Hektare Kawasan Transmigrasi Ditanami Sawit

Sawit, menurut Viva Yoga, menjadi prioritas untuk dikembangkan karena mendatangkan devisa dan meningkatkan lapangan pekerjaan.

WAKIL Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi menyatakan dari 3,1 juta hektare kawasan transmigrasi, sekitar 600 ribu hektare ditanami kelapa sawit. Jumlah tersebut mencakup seluruh kawasan Indonesia, tapi lebih banyak di daerah Sumatera, Kalimantan, dan sebagian Sulawesi Selatan.

Jumlah tersebut belum termasuk sawit ekspansi dan transwakarsa atau yang dikelola masyarakat transmigrasi secara mandiri. Sawit, menurut Viva Yoga, menjadi prioritas untuk dikembangkan karena mendatangkan devisa dan meningkatkan lapangan pekerjaan.

“Jadi memang sawit bagi warga transmigrasi itu adalah seperti rezeki dari Tuhan,” ucapnya seusai ulang tahun dan peluncuran buku 45 Tahun Gapki di Jakarta Pusat, Rabu, 30 April 2026.

Meski demikian komoditas yang berkembang di kawasan transmigrasi tergantung pada produk unggulan masing-masing. Kawasan transmigrasi di Jambi dan Riau sebagian besar ditanami sawit. “Tapi kalau untuk di daerah Papua itu menanam padi,”

Kemudian untuk di Sulawesi Tengah, di samping padi, transmigran juga menanam hortikultura, durian, dan kakao. Kementerian Transmigrasi, menurut dia, mengembangkan kawasan transmigrasi sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Caranya dengan meningkatkan produk-produk unggulan yang bisa dikembangkan untuk mendorong kesejahteraan dan pertumbuhan ekonomi daerah.

Sebelumnya Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara menyatakan sedang memetakan potensi ekonomi di kawasan transmigrasi untuk meningkatkan produktivitas wilayah, mendorong pertumbuhan ekonomi, serta mencegah lahan terlantar dan ditinggalkan.

Dilansir dari Antara, Iftitah menyatakan pemetaan dilakukan sebagai perubahan paradigma transmigrasi yang kini tak lagi fokus pada pembagian lahan saja. Tapi pada penguatan aktivitas ekonomi yang berkelanjutan. Bun (tempo.co)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Slide2
Informasi Tentang Keanggotaan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Terbaru
734549_720
600 Ribu Hektare Kawasan Transmigrasi Ditanami Sawit
wowo
Industri Sawit Terintegrasi Disiapkan di Sei Mangkei
eksppor
Sertifikasi ISPO Petani Dipercepat lewat Dukungan Pendanaan dan Kelembagaan
671da3ce5a540
Sawit Kembangkan Kawasan Transmigrasi, Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja