Sertifikasi ISPO Petani Dipercepat lewat Dukungan Pendanaan dan Kelembagaan

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) bersama Gabungan Perusahaan Perkebunan Indonesia (GPPI) terus mendorong percepatan sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO) bagi petani sawit rakyat. Langkah strategis ini bertujuan untuk memperkuat keberterimaan produk sawit Indonesia di pasar domestik maupun internasional melalui dukungan pendanaan dan penguatan kelembagaan petani.

Upaya akselerasi ini dibahas secara mendalam dalam workshop bertajuk Percepatan Sertifikasi ISPO Bagi Pekebun Kelapa Sawit Rakyat Melalui Penguatan Kelembagaan Petani yang digelar GPPI dengan dukungan BPDP dan Kementerian Pertanian di Jakarta.

Plt Dirjen Perkebunan Kementerian Pertanian, Ali Jamil, dalam sambutan yang dibacakan oleh Direktur Tanaman Kelapa Sawit dan Aneka Palma, Iim Mucharam, menekankan vitalnya peran kelapa sawit bagi ketahanan pangan dan energi nasional. Indonesia mencatatkan produksi minyak sawit mencapai 53,6 juta ton pada tahun 2025.

“Kontribusi sawit sangat penting bagi perekonomian Indonesia dan penyeimbang devisa negara. Namun, isu negatif tetap menjadi tantangan bagi kelapa sawit sebagai produk berkelanjutan yang dibutuhkan dunia,” ujar Ali Jamil.

Landasan Hukum dan Perluasan Sertifikasi

Sebagai bentuk komitmen pemerintah, Presiden Prabowo Subianto telah menerbitkan Peraturan Presiden Nomor 16 Tahun 2025 mengenai Sistem Sertifikasi Kelapa Sawit Berkelanjutan Indonesia (ISPO). Regulasi ini memperluas kewajiban sertifikasi yang mencakup bidang usaha hulu perkebunan, industri hilir, hingga usaha bioenergi.

Hingga saat ini, penerapan ISPO menunjukkan tren positif dengan cakupan lahan tersertifikasi mencapai lebih dari 7,5 juta hektar. Ali Jamil menegaskan bahwa ISPO bukan sekadar strategi peningkatan produktivitas, melainkan kunci utama akses pasar global.

Mandat BPDP dalam Pembiayaan ISPO:Berdasarkan Perpres No. 16/2025 dan Permentan No. 33/2025, BPDP memfasilitasi pembiayaan sertifikasi melalui Program Sarana dan Prasarana (SPPKS) yang meliputi:

  • Pendataan STD-B
  • Pernyataan Kesanggupan Pengelolaan Lingkungan
  • Pelatihan Internal Control System (ICS)
  • Pendampingan dan Sertifikasi/Penilikan
Baca Juga:  Tantangan Domestik Sawit Nasional di Tengah Tekanan Perang

Peran Strategis Kelembagaan Petani

Direktur Penyaluran Dana Sektor Hulu BPDP, Dr. Normansyah Hidayat Syahruddin, menjelaskan bahwa pekebun dapat mengajukan pembiayaan sertifikasi ISPO melalui kelembagaan pekebun. “Pekebun yang berhasil mendapatkan sertifikat melalui pendanaan BPDP akan mendapatkan prioritas dalam akses program lainnya, seperti Peremajaan Sawit Rakyat (PSR),” jelasnya.

BPDP juga telah membentuk Tim Percepatan Sertifikasi ISPO Pekebun dengan empat tugas utama:

  1. Koordinasi dan akselerasi pelaksanaan sertifikasi.
  2. Penyusunan langkah teknis penyaluran dana SPPKS.
  3. Pemetaan kebutuhan regulasi dan pembiayaan lintas instansi.
  4. Rekomendasi kebijakan operasional untuk sektor hulu.

Tantangan Pasar Global dan Pertanian Regeneratif

Ketua Umum GPPI, Prof. Delima Hasri Azahari, menyoroti bahwa rendahnya capaian sertifikasi di tingkat petani memerlukan kolaborasi lintas sektor. Selain ISPO dan RSPO, pasar global kini mulai menuntut standar regenerative agriculture.

“Melalui sertifikasi ini, limbah hasil produk pertanian diminta untuk diolah dan diimplementasikan kembali guna meningkatkan produktivitas sawit secara berkelanjutan,” pungkas Delima. Bun (mediaindonesia.com)

 

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Slide2
Informasi Tentang Keanggotaan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Terbaru
eksppor
Sertifikasi ISPO Petani Dipercepat lewat Dukungan Pendanaan dan Kelembagaan
671da3ce5a540
Sawit Kembangkan Kawasan Transmigrasi, Dorong Ekonomi dan Serap Tenaga Kerja
img sawit
Paradoks Uni Eropa: Mengkritik Sawit tapi Mengonsumsinya
1776231068-1600x1066
Kontribusi 3,5 Persen ke PDB, Sawit Didorong Jadi Motor Pertumbuhan