DIREKTUR Utama PT Agrinas Palma Nusantara Mohammad Abdul Ghani memperkirakan perlu produksi kelapa sawit sebanyak 100 juta ton jika ingin mencapai swasembada energi. “Hari ini kebutuhan biodiesel sekitar 35-40 juta ton. Kalau kita ingin B100, itu maknanya seluruh sawit akan dipakai untuk biodiesel,” kata Abdul, dalam sesi diskusi di Palma Tower, Jakarta, Senin, 27 April 2026.
Untuk mencapai produksi sebesar 100 juta ton per tahun, Abdul menekankan pentingnya peningkatan produktivitas. Abdul mengatakan rata-rata nasional produksi kelapa sawit 3 ton per hektare. Jumlahnya bisa meningkat menjadi 4 hingga 5 ton per hektare asalkan seluruh pemangku kepentingan dan kementerian/lembaga bekerja sama membangun tata kelola untuk menunjang produktivitas.
Selain itu, ia menyinggung soal pemanfaatan areal hutan produksi konversi yang sudah gundul. Ia mengatakan terdapat sekitar 13,8 juta hutan produksi konversi, tetapi setengahnya telah gundul.
Abdul mengatakan jika setengah areal hutan konversi atau sekitar 7 juta hektare dijadikan lahan sawit, total perkebunan sawit berpotensi menjadi 24 juta hektare. Sebab saat ini total luas perkebunan sawit di Indonesia adalah sekitar 16 juta hektare.
Ia pun meyakini peningkatan produksi menjadi 4,5 ton per hektare dan penambahan luas menjadi 24 juta hektare akan mencapai produksi 100 juta ton kelapa sawit. Sementara Agrinas Palma saat ini memiliki luas lahan sawit sekitar 1,7 hektare dengan produksi sekitar 730 ton.
Dalam kesempatan yang sama, Abdul mengatakan, terdapat potensi 4,8 juta hektare lahan sawit di kawasan hutan yang secara perlahan akan diserahkan kepada Agrinas Palma Nusantara pada akhir tahun ini. Dengan tambahan lahan sebesar 4,8 juta hektare, Abdul memperkirakan Agrinas akan mengelola sekitar 2 juta hektare tanaman kelapa sawit.
Lalu 20 persen dari 2 juta hektare adalah perkebunan sawit rakyat yang nantinya akan dilakukan peremajaan. Jika proses pengalihan selesai pada akhir tahun ini, Abdul mengatakan, Agrinas Palma harus melakukan peremajaan sawit rakyat seluas 400 ribu hektare dalam kurun waktu lima tahun. Artinya, dalam satu tahun Agrinas Palma harus melakukan peremajaan terhadap 80 hektare lahan sawit rakyat. Bun





