Mendag melepas ekspor produk turunan sawit ke India

Medan – Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso melepas ekspor sepuluh kontainer produk turunan sawit, yaitu oleochemicals berupa split fatty acid dan crude glycerine, senilai 420 ribu dolar Amerika Serikat (AS) atau setara Rp6,75 miliar ke India.

 

Pelepasan ekspor dilakukan, Selasa, di Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara.

 

Produk oleochemicals yang diekspor merupakan produksi The Vegetable Vitamin Foods Company (PT VVF Indonesia) yang merupakan anak perusahaan dari grup VVF.

 

Mendag Budi Santoso dalam kesempatan itu mengatakan, pemerintah menjamin pengembangan industri kelapa sawit agar lebih berkelanjutan.

 

Upaya itu dijalankan melalui kebijakan-kebijakan yang diarahkan untuk menciptakan dan menjaga keseimbangan antara kebutuhan pasar domestik dan internasional.

 

Kebijakan-kebijakan tersebut juga mendorong terlaksananya hilirisasi nasional.

 

“Pelepasan ekspor produk turunan sawit merupakan bukti nyata sinergi pemerintah dan swasta dalam mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Dukungan pemerintah bagi sektor kelapa sawit diberikan melalui penerbitan kebijakan maupun melalui kemudahan akses pasar bagi sawit Indonesia dalam perjanjian perdagangan. Semua pihak kami harap bisa bersinergi dalam mendorong pengembangan komoditas strategis ini,” katanya.

Baca Juga:  Petani Sawit Kecamatan Ipuh Bahagia Harga TBS Meningkat

 

Ia menyampaikan harapan pelepasan ekspor produk oleochemical tersebut dapat memotivasi produsen produk turunan sawit lainnya untuk menggencarkan ekspor.

 

Dalam dunia industri, oleochemicals diaplikasikan pada pangan (minyak goreng dan margarin), kosmetik (pelembap dan sabun), farmasi (obat-obatan), energi (biodiesel), serta kimia (pembersih dan pelarut).

 

“Selamat dan terima kasih PT VVF Indonesia atas kerja kerasnya dalam mendorong peningkatan ekspor produk sawit Indonesia. Semoga pelepasan ekspor ini menjadi motivasi bagi pelaku usaha dalam mengakselerasi peningkatan ekspor produk sawit Indonesia ke pasar global,” katanya.

 

Ia berharap PT VVF Indonesia dapat terus berkomitmen terhadap hilirisasi sesuai kebijakan pemerintah.

 

“Hilirisasi ini akan memberdayakan ekonomi kita, ekosistem UMKM dengan perusahaan akan ada pola kemitraan strategis,” katanya pula.

 

Mendag Budi Santoso mengajak seluruh pihak untuk terus menjaga dan meningkatkan investasi.

 

“Kebijakan pemerintah mendukung investasi ini, termasuk juga bagaimana kebijakan pemerintah daerah mendukung investasi untuk masuk, menjaga investasi agar kondusif agar tidak pergi dari Indonesia,” katanya lagi. (Antaranews.com).

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
mbl swt
Kantong Petani Makin Tebal, Harga TBS Provinsi Babel Ditetapkan Naik Menjadi Rp3.514/kg
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
C
Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular
belum-mau-turun-harga-sawit-plasma-riau-masih-terus-moncer-pekan-ini
Belum Mau Turun, Harga Sawit Plasma Riau Masih Terus Moncer Pekan Ini
ongkos kirim sawit
DBH Sawit Menyusut, Pembangunan Infrastruktur Tetap Jadi Prioritas
RI Bangun Kilang Bioavtur dari Sawit dan Minyak Jelantah