Kolaborasi Pendidikan dan Industri, INSTIPER Bangun Teaching Plant Sawit Berteknologi SPOT

Langkah konkret dalam menjembatani dunia pendidikan dan industri kembali ditunjukkan Yayasan Pendidikan Kader Perkebunan Yogyakarta (YPKPY), yayasan yang menaungi INSTIPER Yogyakarta dan AKPY – STIPER. Melalui kerja sama strategis dengan PT Nusantara Green Energy, sebuah terobosan pengembangan teknologi pengolahan kelapa sawit berbasis Teaching Plant Steamless Palm Oil Technology (SPOT) resmi dimulai.

Penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) yang berlangsung di kampus Institut Pertanian Stiper (INSTIPER) pada Selasa (14 April 2026) menjadi penanda awal kolaborasi ini. Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Ir. Purwadi, M.S., bersama Direktur Utama PT Nusantara Green Energy, Iman Dermawan, menandatangani kesepakatan yang diharapkan membawa dampak luas bagi penguatan pendidikan vokasi dan pengembangan teknologi di sektor perkebunan.

Tak berhenti pada seremoni, agenda dilanjutkan dengan groundbreaking pembangunan pabrik kelapa sawit berbasis teknologi SPOT yang berlokasi satu kawasan dengan Technology and Innovation Center INSTIPER. Pabrik ini dirancang sebagai teaching plant atau learning factory yang akan menjadi pusat pembelajaran praktis sekaligus laboratorium riset hilirisasi teknologi sawit yang lebih efisien dan ramah lingkungan.

Baca Juga:  Pj Gubernur Kalbar tinjau pabrik briket dari tandan Sawit

Ketua Pengurus YPKPY, Dr. Purwadi, menjelaskan pembagian peran dalam kolaborasi tersebut. Pada kerja sama ini, YPKPY akan menyediakan lahan dan infrastruktur pendukung, sementara PT Nusantara Green Energy bertanggung jawab dalam penyediaan teknologi serta peralatan pengolahan sawit berbasis sistem SPOT.

“Kedua pihak juga sepakat untuk berkolaborasi dalam penyediaan sumber daya manusia atau ahli dibidang masing-masing dalam operasional Pengembangan Teaching Plant SPOT. Pabrik ini juga dapat menjadi tempat riset dosen dan mahasiswa INSTIPER dan AKPY,” jelasnya.

Pada kesempatan yang sama, Direktur PT Nusantara Green Energy, Petrus Tjandra, yang juga merupakan alumni INSTIPER, mengutarakan keunggulan teknologi yang diusung. Bun (sawitindonesia.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
8-3306340100
Limbah Kelapa Sawit Berpotensi Jadi Produk UMKM Bernilai Tinggi, Pasokannya Melimpah
pekan baru
DBH Sawit Jadi Penggerak Ekonomi Daerah, Sekda Riau Harap Sinergitas Lintas Sektor
stres
BPJS Ketenagakerjaan Dorong Industri Sawit Perkuat K3 dan Perlindungan Pekerja
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik