Dukung Go Internasional, BPDPKS Gelar Gebyar UKMK Berbasis Sawit di Malang

MALANG-Guna membangun kapasitas dari Usaha Kecil dan Menengah dan Koperasi (UKMK)  berbasis kelapa sawit, Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) menggelar Kegiatan Promosi Gebyar UKMK berbasis kelapa sawit dalam tajuk ‘Just Saw it UKMK di Malang, Jawa Timur, 10-12 November 2023.

Kegiatan tersebut diselenggarakan dalam rangka mendukung UKMK Sawit Go Internasional. Disisi lain juga sebagai dukungan dan penyelarasan atas arahan dari Menteri Keuangan dalam Leaders offsite Meeting (LOM) 2022 terkait dengan optimalisasi sinergi pemberdayaan UMKM dan Kegiatan Menteri Keuangan pada ASEAN Finance Ministers and Central Bank Governor’s Meeting (AFMGM).

Sejumlah produk UKMK berbasis kelapa sawit ditampilkan pada pameran tersebut antara produk kecantikan dan produk pangan seperti Gula Sawit (GUSA) produk binaan Aspekpir Indonesia.

Direktur Utama BPDPKS Eddy Abdurrachman saat memberikan kata sambutan.

Direktur Utama Badan pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS) mengatakan bahwasanya kegiatan yang digelar pada Jumat (10/11) berlokasi di Mal Olympic Garden (MOG) tersebut merupakan salah satu upaya yang dilakukan oleh BPDPKS dalam memperkuat mempromosikan perbaikan dari Kelapa Sawit.

“Kegiatan yang diselenggarakan di Malang ini merupakan kegiatan yang ketiga, setelah sebelum nya kita lakukan kegiatan yang sama di Yogyakarta pada 28 sampai 30 Juli lalu serta dilanjutkan Palembang, Sumatera Selatan pada 29 September sampai 1 Oktober lalu,” terangnya.

Gebyar UKMK Berbahan Sawit menjadi wujud dari tugas BPDPKS dalam melakukan promosi perkebunan kelapa sawit sebagaimana yang tercantum dalam Peraturan Presiden Nomor 61 tahun 2015 .

Baca Juga:  Produk Gula Sawit Aceh (GUSA) Berbasis Sawit Diminati Saat Pameran UMKM BPDPKS di Palembang.

“Tujuannya adalah untuk meningkatkan pengetahuan terhadap signifikansi perkebunan kelapa sawit sebagai produk yang dinilai strategis, khususnya dalam penguatan hilirisasi komoditas kelapa sawit,” paparnya.

Selain itu, kegiatan ini juga merupakan upaya yang dilakukan dalam mendukung pemulihan dan percepatan ekonomi, khususnya pada sektor promosi minyak sawit dan hasil produksi sawit lainnya dalam mendorong peningkatan volume ekspor maupun industri sawit Indonesia.

“Termasuk juga keterlibatan UKMK Berbasis Sawit. Untuk itu bisa didorong untuk Go Internasional. Sebagai komoditas strategis, kelapa sawit berperan besar dalam masyarakat Indonesia, baik dalam aspek ekonomi, sosial maupun ketahanan energi,” imbuhnya.

Indonesia sebagai produsen minyak sawit terbesar di dunia, telah di ekspor ke seluruh penjuru dunia. Produk sawit Indonesia dapat berkontribusi signifikan dalam memenuhi kebutuhan minyak nabati dunia, yang diproyeksikan menjadi 307 Juta Ton di tahun 2050.

“Beragam keunggulan minyak sawit harus dimaksimalkan, agar semakin kompetitif dibandingkan dengan minyak nabati non sawit lainnya. Kontribusi Indonesia dalam produksi minyak nabati dunia mencapai 22 persen. Dan kurang lebih 60 persen untuk minyak sawit dunia,” terangnya.

Tantangan sektor sawit menjadi pemicu untuk mempercepat tiga pilar sustainability yang meliputi aspek ekonomi, sosial dan lingkungan menuju sistem sekuler ekonomi. Diharapkan melalui kegiatan tersebut mampu untuk membekali para UKMK sehingga dapat produk sawit dapat menembus pasar internasional.

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
hahaha
Industri Sawit Miliki Fondasi Kuat pada Aspek Keselamatan Kerja
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
mengoptimalkan-potensi-sawit-sebagai-sumber-energi-terbarukan-tsm
Mengoptimalkan Potensi Sawit sebagai Sumber Energi Terbarukan
491236347p
Limbah Sawit Capai 16 Juta Ton per Tahun, Hilirisasi Bisa Jadi Sumber Bisnis Baru
pwowo
Prabowo Beberkan Modus Ekspor Sawit: Jual Rp14.000, di Eropa Rp27.000
sawit-768x432
Industri Sawit Miliki Sistem K3 yang Komprehensif dan Berstandar Internasional