PT Pelabuhan Tanjung Priok (PTP Nonpetikemas) Cabang Teluk Bayur membawa muatan ekspor total sebesar 18.000 ton produk turunan kelapa sawit menuju Port Qasim, Pakistan.
Adapun produk turunan tersebut terdiri dari 4.300 ton RBDPO (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Oil), 5.000 ton ROL (Refined, Bleached, and Deodorized Olein), dan 8.700 ton RBDPS (Refined, Bleached, and Deodorized Palm Stearin).
“PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur dalam memfasilitasi arus komoditas unggulan seperti produk turunan kelapa sawit di Sumatera Barat guna mendukung peningkatan perekonomian dan ekspor nasional,” kata Branch Manager PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur, Fauzi dalam keterangan resmi, Kamis (16/4/2026).
Fauzi mengatkan, pihaknya akan terus berupaya memberikan dukungan maksimal bagi distribusi barang, baik untuk kebutuhan ekspor dalam rangka meningkatkan devisa negara maupun impor untuk menjaga ketersediaan pasokan barang di dalam negeri.
“PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur berkomitmen penuh dalam mendukung distribusi dari dan ke Sumatera Barat. Saat ini, langkah strategis terbaru kami fokuskan pada Optimalisasi DKC 2 Gaung,” kata Fauzi.
“Hal ini dilakukan guna merespons peningkatan volume produksi seiring dengan beroperasinya pabrik refinery kedua milik PT Padang Raya Cakrawala,” ujar Fauzi.
Adapun produk turunan tersebut akan diangkut menggunakan kapal dengan panjang (LOA) 146 meter dan bobot 11.863 GT. Saat ini kapal sandar dengan aman di Dermaga Khusus Curah (DKC) 1 Gaung, Pelabuhan Teluk Bayur.
Sebagai informasi, pada tahun 2025, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatatkan realisasi throughput sebesar 5,79 juta ton meskipun sempat terjadi musibah banjir bandang di Sumatera Barat pada akhir Tahun 2025 dimana jalur logistik darat dari hinterland sempat terputus.
Pada awal Tahun 2026, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur mencatat kinerja positif dimana hingga Triwulan I Tahun 2026, capaian throughput telah menyentuh 1,51 juta ton atau 118,6 persen di atas target yang ditetapkan dan apabila dibandingkan dengan capaian throughput Triwulan I Tahun 2025 naik 11 persen dari capaian sejumlah 1,36 juta ton.
Saat ini pelayanan jasa kepelabuhanan dapat diajukan oleh pengguna jasa PTP Nonpetikemas secara online melalui Intergrated Billing System (IBS), sehingga dengan adanya digitalisasi ini pengajuan layanan tidak memerlukan tatap muka.
IBS terintegrasi langsung dengan Pelindo Terminal Operating System Multipurpose (PTOSM) sehingga pengguna jasa dapat memonitor posisi layanan dari awal sampai dengan akhir kegiatan.
Selain itu PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur juga telah mendukung penggunaan teknologi ramah lingkungan dengan implementasi elektrifikasi alat bongkar muat utama berupa tiga unit Gantry Jib Crane.
“Dengan optimalisasi infrastruktur dan layanan yang prima, PTP Nonpetikemas Cabang Teluk Bayur optimis dapat terus menjadi mitra strategis bagi pelaku industri di Sumatera Barat dalam mempercepat arus logistik nasional,” tegas dia. Bun (kompas.com)




