Industri Sawit Miliki Fondasi Kuat pada Aspek Keselamatan Kerja

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) menilai industri kelapa sawit nasional telah memiliki fondasi yang kuat dalam penerapan keamanan dan keselamatan kerja (K3). Hal itu didukung oleh penerapan regulasi, standar keberlanjutan nasional maupun internasional, serta budaya keselamatan yang terus dijalankan perusahaan.

Ketua Bidang Kampanye Positif Gapki Edi Suhardi mengatakan penerapan sistem keamanan dan keselamatan kerja menjadi bagian penting dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja di sektor kelapa sawit.

“Industri sawit merupakan salah satu sektor yang paling maju. Sistemnya sudah well-established atau sudah terbentuk dengan baik, khususnya bagi perusahaan anggota Gapki yang wajib mengikuti aturan dan standar yang berlaku,” kata Edi Suhardi dikutip pada Kamis (23/7/2026).

Menurut Edi, penerapan K3 di industri sawit telah diatur secara komprehensif melalui berbagai instrumen, mulai dari regulasi pemerintah, standar Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), hingga standar internasional Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO).

Ia menjelaskan setiap perusahaan sawit diwajibkan memiliki tenaga kerja yang kompeten dan tersertifikasi di bidang K3. Selain memenuhi ketentuan regulasi, penerapan keselamatan kerja juga telah menjadi budaya dalam operasional perusahaan.

Sebagai contoh, sebelum kegiatan panen dimulai, para pekerja secara rutin mengikuti safety briefing untuk mengingatkan kembali prosedur keselamatan kerja. Sementara di area pabrik, pengarahan, pemeriksaan, dan pemantauan terhadap aspek keselamatan dilakukan setiap hari.

“Jadi, kalau berbicara mengenai sistem keamanan dan keselamatan kerja, industri sawit sudah memiliki fondasi yang kuat,” ujarnya.

Baca Juga:  PalmCo Kebut Sertifikasi 5.120 Pekerja, SDM Jadi Kunci Daya Saing Sawit

Komitmen tersebut juga sejalan dengan upaya Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang terus mendorong perusahaan sawit mematuhi seluruh ketentuan ketenagakerjaan yang berlaku di Indonesia.

Kepatuhan terhadap regulasi menjadi salah satu syarat utama bagi perusahaan untuk memperoleh sertifikasi keberlanjutan, baik melalui skema ISPO maupun RSPO. Dalam kedua sertifikasi tersebut, perlindungan tenaga kerja dan penerapan K3 menjadi bagian dari prinsip serta kriteria yang wajib dipenuhi.

Edi menambahkan industri sawit di Indonesia juga berada di bawah pengawasan pemerintah untuk memastikan seluruh pekerja memperoleh perlindungan serta standar keselamatan kerja yang sesuai.

Di samping pengawasan dari pemerintah, perusahaan juga menjalankan mekanisme pengawasan internal guna memastikan seluruh prosedur keselamatan kerja diterapkan secara konsisten.

“Khusus bagi perusahaan anggota Gapki, keberadaan serikat pekerja juga menjadi bagian dari mekanisme pengawasan bersama untuk memastikan kepatuhan terhadap aturan dan standar K3,” katanya.

Selain memberikan pelatihan dan penyegaran mengenai K3, Gapki juga memfasilitasi pertukaran pengetahuan antaranggota. Perusahaan yang telah memiliki praktik terbaik dalam penerapan keselamatan kerja didorong untuk membagikan pengalaman kepada perusahaan lain guna meningkatkan standar keselamatan di industri sawit.

“Ke depan yang perlu terus diperkuat adalah aspek sumber daya manusia dan budaya keselamatan kerja. Sistem dan regulasi sudah tersedia, tetapi implementasi harus terus dijaga melalui edukasi, pelatihan, pengawasan, serta peningkatan kesadaran pekerja,” pungkas Edi. Bun (beritasatu.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik