Nigeria dan Kongo Ingin Jadi Anggota Dewan Negara Penghasil Sawit

JAKARTA – Nigeria dan Kongo resmi menjadi anggota negara pengamat Dewan Negara Penghasil Minyak Sawit alias Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC).

Hal tersebut disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam koferensi pers 12th Minesterial Meeting of CPOPC, di Hotel Four Seasons, Jakarta, Jumat (29/11).

“Pertemuan hari ini kita menerima Nigeria, Republik Demokratik Kongo sebagai negara pengamat. Negeria dan Kongo telha mengajukan permohonan untuk menjadi anggota CPOCP,” kata Airlangga.

Dalam pertemuan bersama Kementerian Perladangan dan Komoditi Malaysia tersebut, Airlangga mengungkapkan, Indonesia dan Malaysia sepakat memperpanjang sejumlah negara untuk menjadi pengamat dalam CPOPC.

“Kita memperpanjang negara pengamat yaitu Kolumbia, Ghana, dan Papua New Guinea. Papua New Guinea seluruhnya diperpanjang setahun dan Papua New Guinea hari ini ada hearing di parlemen terkait dengan keanggotaan CPOPC,” ungkapnya.

Sementara itu, Menteri Perladangan dan Komoditi Malaysia, Datuk Seri Johari Abdul Ghani menyatakan, Malaysia merupakan negara terbesar kedua setelah Indonesia, sebagai produsen minyak kelapa sawit. Indonesia – Malaysia berkontribusi sebesar 70% terhadap minyak kelapa sawit dunia.

Baca Juga:  Ketua Umum Aspekpir Jelaskan Tujuan Program BIKOPRA

“Menurut saya, sumbangan dari kedua negara ini sangat penting untuk dunia. Oleh sebab itu, saya tadi menekankan betapa pentingnya peran Indonesia sebagai produsen palm oil terbesar di dunia, telah menggunakan sebagian hasil produksinya untuk biodiesel,” katanya di lokasi yang sama.

Johari menuturkan, penggunaan biodiesel dari minyak sawit berkontribusi besar dalam pengurangan emisi karbon yang digunakan pada sektor energi. Untuk itu, lanjut dia, CPOPC merupakan bagian penting untuk bersama-sama melawan isu-isu lingkungan.

“Kami kedua negara memastikan bahwa kami mematuhi apa pun aturan dan regulasi dunia, sehingga mampu mendapatkan manfaat ekonomi sekaligus bermanfaat untuk dunia,” kata Johari. (Kontan.co.id).

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
kelapa_sawit_200500_big
Terkait Pembelian TBS Sawit, Ketum GAPKI Ingatkan Perusahaan di Siak Riau Tentang UU 18/2013
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik