BANGKA – Program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) diluncurkan oleh Universitas Muhammadiyah (Unmuh) Bangka Belitung (Babel). PKM tersebut dilaksanakan di Desa Terak, Kecamatan Simpangkatis, Kabupaten Bangka Tengah (Bateng).
Bangkapost, Selasa, 20 Desember 2022 menulis bahwa program ini diketuai oleh Dr Nurzaidah Putri Dalimunthe, SSi, MSi, beranggotakan Sujadi Priyansah, SHut, MSc dan Feni Kurnia, MPd. Tema kegiatan adalah “Pemanfaatan Teknologi Fermentasi untuk Menghasilkan Pakan Ikan Berbahan baku Limbah Sawit”.
Kegiatan ini dibantu oleh Mahasiswa Unmuh Babel, berkolaborasi bersama masyarakat pembudidaya tambak ikan untuk mengembangkan dan memperkenalkan pakan ikan yang murah berbahan limbah sawit. Pemanfaatan lahan bekas tambang sebagai lahan budidaya ikan sebenarnya bukan hal baru di Pulau Bangka. Akan tetapi, mitra dalam kegiatan ini memiliki kendala dalam memperoleh sumber pakan yang murah dan mudah.
Hal tersebut menjadi permasalahan yang menyebabkan mitra kesulitan untuk dapat memperoleh keuntungan secara ekonomis karena biaya produksi yang diperoleh cukup tinggi jika menggunakan bahan pakan buatan.
Usaha budidaya ikan nila dilakukan oleh mitra pada lahan bekas lubang tambang timah yang dikenal oleh masyarakat dengan istilah camui. Luas lahan budidaya tersebut kurang lebih 40×10 m.
Secara umum, usaha budidaya tidak memiliki masalah dengan ketersediaan air dan sebagainya. Akan tetapi, mitra memiliki kendala dengan mahalnya biaya yang dibutuhkan untuk pemberian pakan buatan.
Hasil pengamatan dan diskusi dengan mitra memperlihatkan bahwa tanpa pemberian pakan tambahan, maka pertumbuhan ikan tidak sesuai dengan yang diharapkan. Hal ini menyebabkan keuntungan secara ekonomis yang diharapkan tidak dapat dicapai.
Masalah tersebut dapat diatasi melalui pemanfaatan sumber daya yang ada di lingkungan Desa Terak, antara lain sumberdaya yang dapat dimanfaatkan untuk mengatasi permasalahan tersebut adalah menggunakan limbah bungkil kelapa sawit.
Keberadaan kebun kelapa sawit di Wilayah Desa Terak dapat dijadikan sebagai satu di antara sejumlah solusi permasalahan pengabdian. Kebun kelapa sawit menghasilkan limbah bungkil yang belum dimanfaatkan.
Melalui pemanfaatkan teknologi fermentasi bungkil kelapa sawit sebagai pakan ikan, diharapkan dapat menjadi solusi bagi permasalahan para peternak ikan di desa setempat.
“Tentu ini menjadi jalan keluar yang dapat membantu memenuhi kebutuhan pakan ikan di Desa Terak dengan biaya murah dan bahkan bisa merealisasikan konsep zero-waste (tanpa limbah -red) yang linier dengan keilmuan di Prodi KSDA dalam proses pemanfaatan sumber daya alam dan konservasi eks tambang (camoy),” katanya.