Kaum Muda Sepatutnya Manfaatkan Potensi Perkebunan Secara Optimal

JAKARTA-Sudah sepatutnya kaum muda memanfaatkan potensi perkebunan ini secara optimal sebagai lapangan usaha dan pekerjaannya. Karena nilai komoditas perkebunan sangat tinggi. Bahkan sumbangan devisa terhadap negara mengungguli PDB minyak dan gas.

“Baru dengan kelapa sawit saja sebagai salah satu penghasil bahan pangan, bahan industri dan penghasil energi, banyak bangsa lain di dunia merasa takut karenanya,“ ujar Direktur Perlindungan Perkebunan, Direktorat Jenderal Perkebuan, Kementerian Pertanian, yang mewakili Direktur Jenderal Perkebunan dalam kuliah umum di Politeknik Pembangunan Pertanian, Malang, belum lama ini.

Dudi menambahkan, negara lain khawatir dengan sawit karenanya dikhawatirkan dapat menekan pasar produk minyak nabati mereka, seperti biji bunga matahari, kedelai, jagung, dan rapeseed. Perkebunan merupakan komoditas yang memiliki peran multifungsi yaitu sebagai penghasil pangan, sebagai penghasil energi dan sebagai pemasok bahan baku industry.

Dudi mengajak mahasiswa untuk membuka kembali kerangka fikiran dengan historical value kejayaan rempah dan komoditas perkebunan lainnya. Betapa pentingnya peran komoditas perkebunan hingga layak diperjuangkan oleh para pahlawan di zaman penjajahan dulu.

Baca Juga:  ESDM Umumkan Target B35, Harga CPO Dibuka Menguat

Dudi menekankan, jika kita mampu menyediakan komoditas perkebunan lainnya yang berjumlah 127 komoditas, maka ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang besar bagi Bangsa Indonesia.

Menurut Dudi, ada beberapa peran yang harus diambil oleh pemuda. Pertama, mengambil peran besar dalam proses pembuatan kebijakan sektor perkebunan. Kedua, melakukan pengawasan terhadap program-program perkebunan.

Ketiga, lanjut Dudi, melakukan pencerdasan, pendampingan, dan upaya pemberdayaan petani. Keempat, memberikan advokasi-advokasi perkebunan. Kelima, menjadi SDM pembangunan perkebunan.

Melalui paparannya yang bertajuk “Menumbuhkan Kelembagaan Petani dan Peran Profesional Muda Pertanian dalam Mewujudkan Perkebunan yang Tangguh”, Dudi Gunadi, menegaskan bahwa komoditas perkebunan memiliki nilai jual yang sangat tinggi dengan nilai PDB Perkebunan 2015-2017 meningkat dari 5,7% menjadi 9% menggungguli PDB minyak, gas, dan panas bumi. Nilai eksporpun mengalami peningkatan yang sangat menggembirakan yaitu sebesar 26,5%. (Farizza/YR)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik