ITP2I dorong hilirisasi dan teknologi digital perkuat industri sawit

Institut Teknologi Perkebunan Pelalawan Indonesia (ITP2I) mendorong hilirisasi dan penerapan teknologi digital untuk meningkatkan nilai tambah serta daya saing industri kelapa sawit Indonesia.

Rektor ITP2I Tengku Dahril dalam keterangannya di Pelalawan, Riau, Jumat mengatakan industri sawit menghadapi dinamika yang semakin kompleks sehingga membutuhkan dukungan riset dan inovasi untuk menjawab berbagai tantangan.

“Ke depan seluruh dosen ITP2I ditargetkan memiliki kualifikasi doktor sehingga mampu menghasilkan riset dan inovasi yang memberikan solusi bagi pengembangan industri perkebunan, khususnya kelapa sawit,” katanya.

Hal itu disampaikan dalam Temu Ilmiah III ITP2I dalam rangka Dies Natalis ke-10 yang mengusung tema Advancing the Palm Oil Industry: Smart and Sustainable Technologies for Downstream Innovation and Industrial Challenges di Pelalawan, Rabu (8/7).

Forum tersebut mempertemukan akademisi, peneliti, pemerintah, dan praktisi industri dari dalam maupun luar negeri untuk membahas strategi memperkuat daya saing industri sawit melalui inovasi, hilirisasi, dan pengelolaan berkelanjutan.

Asisten III Sekretariat Daerah Kabupaten Pelalawan Mayhendri mengatakan hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk sawit, membuka lapangan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Hilirisasi menjadi langkah strategis untuk meningkatkan nilai tambah produk sawit, memperluas lapangan kerja, sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Kita tidak boleh hanya menjual bahan baku, tetapi harus mampu menghasilkan berbagai produk turunan yang bernilai ekonomi tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, transformasi industri sawit juga perlu didukung penerapan teknologi digital, seperti kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Internet of Things (IoT), dan sistem pertanian cerdas guna meningkatkan produktivitas, efisiensi, serta daya saing.

Baca Juga:  DJP Kejar 32 Wajib Pajak Sawit, Potensi Setoran Negara Capai Rp 1,1 Triliun

Ia menilai industri sawit saat ini menghadapi berbagai tantangan, mulai dari persoalan lingkungan, tuntutan pasar internasional, hingga perkembangan teknologi yang semakin cepat. Karena itu, inovasi dan keberlanjutan menjadi bagian penting dalam transformasi industri tersebut.

Mayhendri mengatakan kolaborasi pemerintah, perguruan tinggi, dunia usaha, dan masyarakat diperlukan untuk membangun ekosistem industri sawit yang tangguh, dengan perguruan tinggi berperan sebagai pusat riset, inovasi, dan pengembangan teknologi.

Dalam forum tersebut, peserta juga membahas sejumlah isu strategis industri sawit, antara lain legalitas dan tata kelola perkebunan, sertifikasi Indonesian Sustainable Palm Oil (ISPO), ketertelusuran produk, serta penguatan legalitas UMKM berbasis komoditas perkebunan.

Selain itu, hilirisasi menjadi perhatian untuk memperluas manfaat ekonomi komoditas perkebunan bagi masyarakat, termasuk melalui pengembangan produk turunan bernilai tambah, peningkatan kesejahteraan petani, dan penguatan ekonomi daerah.

Temu ilmiah itu menghadirkan sejumlah akademisi dan praktisi dari dalam dan luar negeri, antara lain Potjamarn Suraninpong dari Walailak University Thailand, Hariyadi dari IPB University, Khairur Rizal dari Universiti Teknologi Malaysia, serta Sariadi Sipayung yang berkiprah di industri perkebunan di Nigeria.

Mayhendri berharap forum tersebut menghasilkan rekomendasi, inovasi, dan kerja sama nyata untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai produsen kelapa sawit terbesar dunia.

“Dengan sinergi antara pemerintah, akademisi, industri, dan masyarakat, kita optimistis dapat mewujudkan industri kelapa sawit Indonesia yang modern, berdaya saing tinggi, serta tetap mengedepankan prinsip keberlanjutan,” katanya. Bun (megapolitan.antaranews.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik