Harga CPO Rebound Berkat Penurunan Produksi

JAKARTA – Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) rebound pada Kamis (5/12/2024). Ini membalikan pelemahan sebelumnya berkat penurunan produksi akibat banjir di Malaysia. 

Berdasarkan data BMD pada penutupan Kamis, kontrak berjangka CPO untuk Desember 2024 melonjak 45 Ringgit Malaysia menjadi 5.332 Ringgit Malaysia per ton. Untuk kontrak berjangka CPO Januari 2025 terkerek 102 Ringgit Malaysia menjadi 5.278 Ringgit Malaysia per ton.

Sementara itu, kontrak berjangka CPO Februari 2025 meningkat 103 Ringgit Malaysia menjadi 5.135 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Maret 2025 naik 92 Ringgit Malaysia menjadi 4.972 Ringgit Malaysia per ton.

Sedangkan kontrak berjangka CPO April 2025 menguat 73 Ringgit Malaysia menjadi 4.803 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Mei 2025 terkerek 57 Ringgit Malaysia menjadi 4.652 Ringgit Malaysia per ton.

Dikutip dari Bernama, trader minyak sawit David Ng mengatakan, kenaikan harga CPO didorong oleh kekhawatiran terhadap penurunan produksi akibat banjir yang baru-baru ini melanda Malaysia. Tidak hanya itu, harga minyak kedelai yang lebih tinggi di Chicago Board of Trade (CBoT) turut mengangkat sentimen pasar.

Baca Juga:  "Pemerintah Wajib Lindungi Investasi Pelaku Usaha Perkebunan Sawit"

“Kami melihat support untuk harga CPO berada di level 5.050 Ringgit Malaysia per ton, dengan resistance di 5.200 Ringgit Malaysia per ton,” ujarnya

Menurut data dari perusahaan inspeksi independen AmSpec Agri Malaysia, ekspor CPO Malaysia untuk periode 1-30 November mengalami penurunan sebesar 10,35% dibandingkan bulan sebelumnya. Penurunan ini disebabkan oleh permintaan musiman yang lebih rendah untuk minyak sawit.

Selain itu, data dari Asosiasi Pabrik Minyak Sawit Semenanjung Selatan (South Peninsular Palm Oil Millers Association/SPPOMA) menunjukkan bahwa produksi minyak sawit di pabrik-pabrik wilayah semenanjung selatan pada periode 1-30 November turun 5,30% dibandingkan periode 1-31 Oktober.

“Pasar saat ini menantikan estimasi produksi untuk bulan penuh dari Asosiasi Minyak Sawit Malaysia (Malaysian Palm Oil Association/MPOA), yang diperkirakan akan dirilis minggu ini atau minggu depan,” tambah Ng. (Investor.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
sawit-tbs
Pakar Prediksi Harga TBS Kembali Naik Setelah Pemerintah Jelaskan DSI
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
Presiden Prabowo
PalmCo Siap Bangun 16 Pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG), Olah Limbah 17 PKS Sawit
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
download
DJP Ungkap Potensi Rp1,1 Triliun dari Pemeriksaan 32 Wajib Pajak Industri Sawit
ngantukk
APCASI Bongkar Titik Lemah Sawit RI, Pengusaha Dinilai Terlalu Nyaman Ekspor CPO Mentah
batu bara
Kemendag Atur Ekspor Batu Bara, Kelapa Sawit dan Paduan Besi
bpdp posm
BPDP, Ditjenbun dan AKPY Latih 122 Pekebun Sawit OKI Tingkatkan Kualitas Panen