JAKARTA – Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, PT Riset Perkebunan Nusantara (PT RPN) dan Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) menggelar Seminar Nasional ‘Peran Strategis Kelapa Sawit Menuju Indonesia Emas 2045’ di The Sultan Hotel & Residence, Jakarta, Senin, (24/2).
Seminar ini menghadirkan berbagai pemangku kepentingan industri kelapa sawit, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, akademisi, serta lembaga riset.
Salah satu yang dibahas dalam agenda ini adalah strategi dan kebijakan yang diperlukan untuk memastikan keberlanjutan industri ini dalam mendukung visi Indonesia Emas 2045.
Perwakilan Direktorat Pangan dan Pertanian Kementerian PPN/Bappenas, Puspita Suryaningtyas mengatakan pada akhir 2024, pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang No. 59 Tahun 2024 tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Nasional (RPJPN) 2025-2045 sebagai dasar kebijakan menuju Visi Indonesia Emas 2045.
“Hilirisasi sawit diharapkan akan mendukung pertumbuhan ekonomi yang tinggi dan berkelanjutan, mengingat posisi Indonesia sebagai produsen utama minyak sawit mentah (CPO),” ujar Puspita.
Direktur Pemasaran Holding Perkebunan Nusantara PTPN III, Dwi Sutoro menyampaikan industri kelapa sawit memiliki potensi besar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional.
Namun, tantangan seperti keberlanjutan lingkungan dan tata kelola industri yang lebih efisien tetap menjadi perhatian utama.
“Kami berkomitmen untuk terus memperkuat peran industri sawit nasional melalui optimalisasi produktivitas, hilirisasi produk, serta peningkatan daya saing di pasar global. Upaya ini harus dilakukan secara berkelanjutan dengan memperhatikan aspek lingkungan dan sosial,” ujar Dwi.
Dwi menjelaskan sebagaimana diatur dalam Permenko No. 21 Tahun 2022 dan Perpres No. 40 Tahun 2023, PTPN terus melakukan berbagai transformasi di seluruh lini perusahaan.
Sejalan dengan program prioritas nasional, perseroan terus mengakselerasi berbagai program strategis, termasuk hilirisasi sektor pangan dengan peningkatan produksi minyak goreng dari 0,3 juta ton menjadi 1,1 juta ton per tahun.
“Sebanyak 78 ribu hektare lahan sawit juga telah diremajakan melalui program Peremajaan Sawit Rakyat (PSR). Selain itu, kami juga terus mengembangkan energi terbarukan melalui pemanfaatan biogas, Bio-CNG, biodiesel, dan bioetanol. Hal ini penting agar semua yang kami lakukan tidak hanya mendukung Indonesia Emas 2045, tetapi juga berkontribusi dalam perekonomian dunia,” papar Dwi.
PTPN Group berkomitmen untuk terus berperan aktif dalam penguatan industri kelapa sawit, sejalan dengan visi Indonesia Emas 2045 yang menargetkan Indonesia menjadi negara maju dengan ekonomi yang kuat, berkelanjutan dan inklusif. (Jppn.com)