GAPnKI Ugkap Permintaan Ekspor Sawit Turun Imbas Perang Timur Tengah

Ketua Gabungan Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Eddy Martono, mengungkapkan permintaan ekspor minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) menurun imbas perang Israel dan Amerika Serikat (AS) melawan Iran. Penurunan itu dipicu kenaikan biaya logistik dan asuransi pengangkutan yang mencapai 50 persen. Peperangan yang menutup Selat Hormuz tersebut mengakibatkan harga minyak mentah dunia melambung dan mengerek biaya logistik. “Kita harus jujur juga, dengan kenaikan ini (biaya logistik) terjadi sedikit penurunan permintaan,” kata Eddy saat ditemui di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Rabu (11/3/2026).

Eddy menuturkan, sampai saat ini para pelaku industri kelapa sawit masih terus mengekspor CPO ke berbagai negara.
Namun, produk itu dikirimkan untuk memenuhi kontrak pembelian yang telah disepakati sejak sebelum perang meletus. Ia mengakui, GAPKI belum memiliki data persentase penurunan permintaan ekspor CPO karena perang baru berjalan selama sekitar sekitar 10 hari. “Belum kelihatan tapi kok yang misalnya kok ini belum ada permintaan lagi kan, baru-baru indikasi seperti itu,” kata dia.

Baca Juga:  Sherman Moridu Berkomitmen Membangun Kelapa Sawit Berkelanjutan

Menurut Eddy, situasi saat ini berbeda dengan 2022 saat produsen sawit  dilarang sama sekali mengekspor CPO. Saat ini, permintaan tetap ada karena CPO telah menjadi kebutuhan sehari-hari sehingga stok harus terus dipenuhi meskipun lebih mahal. “Seperti contoh ke Amerika kan tetap jalan kita ekspor. India kan tetap jalan, tidak ada masalah, ya seperti itu,” kata Eddy. Ekspor ke negara-negara Eropa juga masih berjalan. CPO dikirimkan melalui Cape Town di Afrika Selatan jika tidak berani melalui Terusan Suez. “Tetapi sekarang masih bisa melewati Terusan Suez walaupun tadi permintaan mereka karena bahan bakar kan naik,” ucapnya. Bun (compas.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
sawit-tbs
Pakar Prediksi Harga TBS Kembali Naik Setelah Pemerintah Jelaskan DSI
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
sawitx
Minyak Sawit Masih Raja Ekspor Riau, Tiongkok Jadi Pasar Terbesar
kementerian_perindustrian_105338_big
Indonesia Dorong Diplomasi Industri melalui Inovasi Bioenergi Sawit di Rusia
pppp
Khudori: Sebaiknya Dibentuk Badan Khusus Saja
hhhh
PalmCo Kebut Sertifikasi 5.120 Pekerja, SDM Jadi Kunci Daya Saing Sawit