BPDP Jadi Lokomotif Pengembangan SDM Sawit Nasional

Pengembangan sumber daya manusia (SDM) menjadi faktor kunci dalam mendorong pertumbuhan industri kelapa sawit nasional yang berkelanjutan.

Ketua Umum DPP Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo), Gulat ME Manurung, mengatakan bahwa Badan Pengelola Dana Perkebunan atau BPDP memiliki peran strategis untuk meningkatkan kualitas SDM di sektor kelapa sawit nasional. Menurutnya, berbagai program BPDP baik dalam bentuk beasiswa kelapa sawit maupun pelatihan bagi petani telah memberikan kontribusi positif terhadap kemajuan industri sawit.

“Saya melihat salah satu kata kunci keberhasilan sawit Indonesia sampai dengan saat ini adalah dukungan BPDP terkhusus di sektor SDM,” katanya di Jakarta, Kamis (9/4/2026).

Gulat Manurung mengatakan, program-program BPDP yang berfokus pada pengembangan SDM semakin terarah dan tepat sasaran. Implementasi program tersebut diwujudkan melalui pelatihan dan pendidikan teknis serta dukungan terhadap penelitian dan pemberian beasiswa di bidang kelapa sawit.

Ia mendorong BPDP untuk terus melakukan evaluasi dan penyempurnaan program guna meningkatkan efektivitas serta dampak nyata terhadap industri. Langkah evaluasi dan perbaikan yang dilakukan selama ini telah memperkuat posisi BPDP sebagai lokomotif utama dalam pengembangan SDM kelapa sawit nasional.

Terkait program pelatihan petani sawit, ia berharap bisa semakin tepat sasaran. Program pelatihan teknis bagi petani sawit ini penting guna meningkatkan keterampilan, pengetahuan, dan profesionalisme sehingga terwujud industri kelapa sawit nasional yang semakin produktif dan berkelanjutan.

Baca Juga:  Bersiap! Beasiswa SDM Sawit 2026 Segara Dibuka buat Pekerja Kebun Sawit-ASN

“Saya melihat evaluasi dan perbaikan yang cukup signifikan telah membuat BPDP sebagai lokomotif SDM sawit Indonesia. SDM sawit harus di depan, paling tidak setara dengan perkembangan dinamika teknologi perkebunan kelapa sawit. Makanya kampus-kampus yang menjadi mitra SDM sawit harus berkualitas” ujarnya.

Berdasarkan data BPDP, sebanyak 29.263 peserta pelatihan dan 13.265 peserta program pendidikan atau beasiswa telah mengikuti program pengembangan SDM sawit hingga tahun 2025. Dari total penerima beasiswa tersebut, sebanyak 3.910 mahasiswa telah lulus dari berbagai perguruan tinggi yang bekerja sama dengan BPDP.

Program pengembangan SDM sawit melibatkan 42 perguruan tinggi dengan total 900 kelas pelatihan yang dilaksanakan di berbagai daerah sentra perkebunan sawit. Program tersebut menjangkau 21 provinsi di Indonesia yang menjadi wilayah utama perkebunan kelapa sawit.

“Ini sangat luar biasa. Saya pikir ini cara kita juga untuk menyesuaikan kebutuhan stakeholder sawit berkaitan dengan SDM. Jadi, dengan 13.265 orang, ini saya pikir sudah menuju kepada tepat sasaran dana sawit tersebut,” pungkasnya. Bun (olenka.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik