Kampar, 31 Maret 2026 — Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menegaskan komitmennya dalam mendukung pemberdayaan perempuan melalui pengembangan inovasi berbasis kelapa sawit. Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Workshop Inovasi Sawit untuk Perempuan yang diselenggarakan bersama Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir Indonesia) di Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.
Perwakilan Divisi Kerja Sama Kemasyarakatan dan UMKM BPDP, Linda Sitanandra, menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari upaya strategis dalam meningkatkan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di wilayah perkebunan kelapa sawit.
“Kami mendukung penuh kegiatan Inovasi Sawit untuk Perempuan yang menyasar peningkatan keterampilan dan kemandirian ekonomi masyarakat, khususnya perempuan di wilayah perkebunan kelapa sawit,” ujarnya saat memberikan sambutan pada pembukaan kegiatan.
Menurutnya, program ini menjadi langkah nyata dalam mendorong pemanfaatan komoditas sawit secara lebih luas dan bernilai tambah, sekaligus membuka peluang usaha berbasis sumber daya lokal.
Kegiatan ini menghadirkan berbagai pelatihan praktis, antara lain pembuatan produk fresh care berbahan dasar sawit, pengolahan snack stik dari umbut sawit, serta pemanfaatan lidi sawit menjadi produk kerajinan yang berorientasi ekspor. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga keterampilan aplikatif yang dapat dikembangkan menjadi usaha produktif.
Workshop diikuti oleh 80 peserta yang berasal dari kalangan petani dan pelaku UMKM kelapa sawit. Materi yang disampaikan meliputi pemanfaatan turunan sawit dalam industri kosmetik dan perawatan tubuh, penguatan kelembagaan UMKM dan koperasi petani, serta strategi promosi produk.
Kegiatan ini turut dihadiri oleh Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar, Marahalim; Ketua Aspekpir Riau, Sutoyo; Pengurus DPP Aspekpir, Tri Yantana; serta Regional Head PTPN IV Regional IV, Bambang Budi Santoso.
Adapun narasumber yang hadir dalam kegiatan ini antara lain dr. Irdawati Novita, C.M.C., C.H.M. (dokter estetika medis), dr. Duta Setiawan (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjungpura), serta Ilham Setiadi (eksportir lidi sawit).
Kegiatan dilaksanakan dalam dua sesi, yaitu sesi materi dan diskusi serta sesi praktik. Dalam sesi materi dijelaskan bahwa minyak sawit dan turunannya memiliki berbagai manfaat dalam industri kosmetik dan perawatan tubuh, antara lain sebagai bahan pelembap, pelembut, pembersih, serta penstabil tekstur produk.
Melalui kolaborasi BPDP dan Aspekpir Indonesia, kegiatan ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi juga menjadi titik awal lahirnya UMKM sawit yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing, khususnya di Kabupaten Kampar. Bun





