Isu Sawit di Eropa Panas, Tapi 4 Grup Eropa Ini Justru Panen Besar di Indonesia!

Isu keberlanjutan dan kampanye negatif terhadap kelapa sawit kerap mengemuka di Eropa. Namun di sisi lain, sejumlah perusahaan asal Eropa justru telah lama dan secara aktif mengelola bisnis perkebunan sawit di Indonesia dengan skala besar dan kontribusi produksi yang signifikan.

Tercatat, setidaknya ada empat kelompok usaha berbasis Eropa yang menjalankan operasi perkebunan kelapa sawit di Tanah Air, yaitu SIPEF, REA Group PLC, MP Evans Group Plc, dan Anglo-Eastern Plantations PLC.

Menariknya, seluruh perusahaan tersebut merupakan emiten yang terdaftar di London Stock Exchange, menunjukkan keterlibatan jangka panjang mereka dalam industri sawit global, termasuk di Indonesia.

Salah satu pemain utama adalah REA Group PLC yang telah beroperasi sejak 1906. Melalui anak usahanya, PT REA Kaltim Plantations, perusahaan ini mengelola perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Timur.

Berdasarkan data perusahaan per 31 Desember 2025, REA Group mencatat produksi crude palm oil (CPO) sebesar 189.215 ton, palm kernel sebanyak 43.798 ton, serta palm kernel crude oil (CPKO) mencapai 17.461 ton. Total lahan yang dikelola mencapai 69.071 hektare, dengan lebih dari 31 ribu hektare di antaranya sudah memasuki fase tanaman menghasilkan.

Berdasarkan data perusahaan per 31 Desember 2025, REA Group mencatat produksi crude palm oil (CPO) sebesar 189.215 ton, palm kernel sebanyak 43.798 ton, serta palm kernel crude oil (CPKO) mencapai 17.461 ton. Total lahan yang dikelola mencapai 69.071 hektare, dengan lebih dari 31 ribu hektare di antaranya sudah memasuki fase tanaman menghasilkan.

Perusahaan yang tercatat dengan kode saham RE di London Stock Exchange ini juga mengalokasikan sebagian lahannya untuk infrastruktur dan pengembangan berkelanjutan.

Perusahaan asal Inggris lainnya, MP Evans Group Plc, juga memiliki operasi luas di Indonesia. Perkebunan mereka tersebar di Bangka, Sumatera Selatan, dan Kalimantan Timur.

Baca Juga:  Luas Kebun Plasma Mitra PTPN V Riau Tembus 56.000 Hektare

Per akhir 2025, MP Evans mengelola sekitar 54.250 hektare lahan inti serta 16.620 hektare lahan plasma. Dari sisi kinerja, perusahaan mencatat pendapatan sebesar US$375 juta, naik sekitar 5 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Untuk produksi, MP Evans menghasilkan 342.600 ton CPO dan 75.300 ton palm kernel pada 2025, meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya. Perusahaan ini mulai mengembangkan bisnis sawit sejak 1970 dan terus memperluas portofolionya di Indonesia.

Nama lain yang tidak kalah besar adalah Anglo-Eastern Plantations Plc. Perusahaan ini resmi terdaftar di Bursa Efek London sejak 1985 dan memiliki operasi di Indonesia serta Malaysia.

Di Indonesia, Anglo-Eastern Plantations mengelola sekitar 53.800 hektare perkebunan yang tersebar di Sumatera Utara, Bengkulu, Bangka, Riau, hingga Kalimantan Tengah. Mereka juga mengoperasikan tujuh pabrik kelapa sawit dengan produksi CPO mencapai 396.700 ton pada tahun 2024.

Meski mengalami penurunan produksi dibandingkan tahun sebelumnya, perusahaan ini tetap menjadi salah satu produsen sawit signifikan di kawasan Asia Tenggara.

Selain tiga grup tersebut, SIPEF juga tercatat memiliki aktivitas serupa di Indonesia. Fakta ini menunjukkan bahwa meskipun isu sawit kerap diperdebatkan di Eropa, sejumlah perusahaan dari kawasan tersebut justru telah lama berinvestasi dan memperoleh manfaat ekonomi dari industri kelapa sawit di Indonesia.

Keberadaan perusahaan-perusahaan ini memperlihatkan kompleksitas hubungan antara isu lingkungan, perdagangan global, dan kepentingan ekonomi.

Di satu sisi, sawit kerap menjadi sorotan dalam diskursus keberlanjutan di Eropa, namun di sisi lain menjadi komoditas penting yang tetap dikelola oleh pelaku usaha Eropa di negara produsen seperti Indonesia.

Dengan skala produksi yang besar dan operasi lintas dekade, keempat grup Eropa tersebut menunjukkan bahwa industri kelapa sawit masih menjadi bagian penting dalam rantai pasok global, sekaligus sumber keuntungan signifikan di pasar internasional. Bun (elaeis.co)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
mbl swt
Kantong Petani Makin Tebal, Harga TBS Provinsi Babel Ditetapkan Naik Menjadi Rp3.514/kg
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
671da3ce5a540
Februari 2026: Produksi Sawit RI 5,5 Juta Ton, Ekspor 3,29 Juta Ton
niaaa
Olenka dan BPDP Gelar SWOT Di Bekasi, Kupas Manfaat Sawit Dalam Keseharian
WhatsApp-Image-2026-04-22-at-111123-3949959153
Kemenkop Perkuat Kolaborasi Untuk Transformasi Sawit Rakyat Lewat Program PalmStep dari Agriterra di Kalteng
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi