Emiten produsen minyak sawit terintegrasi, PT Sinar Mas Agro Resources and Technology Tbk (SMAR) pada 2025 membukukan laba bersih sebesar Rp2,58 triliun, meroket sebesar 102,19% jika dibandingkan 2024. Kenaikan laba bersih tersebut secara otomatis mengerek nilai laba per saham (earnings per share) perusahaan menjadi Rp900 pada akhir 2025.
SMAR mencatatkan penjualan bersih sebesar Rp86,94 triliun, naik 10,28%. Pendapatan tersebut ditopang oleh dua pilar utama, yakni penjualan minyak sawit dan produk turunan lainnya untuk pasar domesti yang menyumbang Rp46,04 triliun. Serta kontribusi ekspor yang mencapai Rp40,9 triliun.
Dalam struktur penjualannya, transaksi dengan pihak afiliasi yakni Golden Agri International Pte. Ltd (GAI) memegang peranan signifikan dengan kontribusi mencapai 33,28% dari total penjualan bersih. Transaksi ini mencakup segmen operasi produk konsumen terintegrasi serta aktivitas perdagangan.
Di sisi lain, beban pokok penjualan perusahaan turut mengalami peningkatan menjadi Rp76,73 triliun. Seiring dengan meningkatnya volume ekspor dan tingginya harga minyak sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) di pasar global, SMAR juga mencatat pembayaran bea keluar dan pungutan ekspor sebesar Rp2,68 triliun sepanjang tahun 2025.
Hingga akhir Desember 2025, kondisi neraca perusahaan menunjukkan penguatan pada beberapa lini, diantaranya total ekuitas naik 12,8% menjadi Rp22,44 triliun. Kas dan setara kas juga mengalami pertumbuhan sebesar 27,7% menjadi Rp2,02 triliun. Total aset perusahaan tercatat sebesar Rp45,2 triliun, atau mengalami sedikit koreksi sebesar 0,3% dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Perusahaan yang merupakan bagian dari Grup Sinar Mas ini mengukuhkan posisi sebagai salah satu pemain utama di industri kelapa sawit yang mampu menjaga pertumbuhan profitabilitas di tengah dinamika pasar komoditas global. Harga saham SMAR pada penutupan perdangan di Selasa kemarin itu melonjak sebesar 9,63% atau menjadi Rp5.975 dari perdagangan sebelumnya. Bun (swa.co.id) #SinarMas





