Harga kontrak Crude Palm Oil (CPO) di Bursa Malaysia Derivatives (BMD) naik gila-gilaan pada Jumat (6/3/2026), melonjak ke level tertinggi dalam empat bulan dan mencatat kenaikan mingguan. Penguatan itu didukung oleh penguatan minyak nabati di Dalian serta pelemahan nilai tukar ringgit.
Berdasarkan data BMD pada penutupan Jumat (6/3/2026), kontrak berjangka CPO untuk Maret 2026 naik 154 Ringgit Malaysia menjadi 4.250 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO April 2026 melejit 156 Ringgit Malaysia menjadi 4.336 Ringgit Malaysia per ton.
Sementara itu, kontrak berjangka CPO Mei 2026 terkerek 160 Ringgit Malaysia menjadi 4.367 Ringgit Malaysia per ton. Kontrak berjangka CPO Juni 2026 melonjak 157 Ringgit Malaysia menjadi 4.375 Ringgit Malaysia per ton.
Kontrak berjangka CPO Juli 2026 naik 148 Ringgit Malaysia menjadi 4.265 Ringgit Malaysia per ton. Sedangkan Kontrak berjangka CPO Agustus 2026 meningkat 139 Ringgit Malaysia menjadi 4.347 Ringgit Malaysia per ton.
Dikutip dari TradingView, secara mingguan, harga CPO telah naik 7,99%, didorong oleh reli harga minyak mentah, sekaligus mencatat kenaikan mingguan terbesar sejak pekan yang berakhir pada 25 November 2024.
Kepala Riset Komoditas Sunvin Group, perusahaan pialang yang berbasis di Mumbai, Anilkumar Bagani mengatakan, kenaikan gap pada pembukaan harga CPO Bursa Malaysia mengikuti reli bullish minyak kedelai Chicago, gas oil, dan kontrak minyak mentah pada perdagangan Kamis malam.
“Selain itu, ada pemulihan kuat pada kontrak berjangka palm olein di Dalian dan minyak rapeseed di Zhengzhou selama sesi perdagangan Asia,” kata Bagani. Bun (investor.id)





