Pelabuhan Pulau Baai Mati Suri, Ribuan Petani Sawit di Bengkulu Terimbas

BENGKULU – Enam kapal bermuatan 10.000 ton Crude Palm Oil (CPO) terjebak di kolam Pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, sejak tiga bulan lalu akibat pendangkalan alur pelayaran.

Aktivitas pelabuhan pun mati suri, menimbulkan efek domino terhadap pabrik sawit dan ribuan petani.

Ribuan petani kelapa sawit di Provinsi Bengkulu akan terimbas apabila pengerukan Pelabuhan Pulau Baai tidak segera tuntas.

Saat ini sudah empat bulan, Pelabuhan Pulau Baai alami pendangkalan alur akibat aktivitas pelabuhan mati suri. Kapal-kapal tak dapat merapat di dermaga.

Marwan S Ramis, pengusaha jasa angkutan laut Bengkulu mebeberkan saat ini ada enam kapal bermuatan penuh 10.000 ton Crude Palm Oil (CPO) telah tiga bulan terjebak di dalam kolam Pelabuhan Pulau Baai.

“Kapal muatan CPO terjebak tak bisa berlayar. CPO mulai membeku tentu pengusaha merugi,” jelas Marwan saat dikonfirmasi melalui telepon, Jumat (27/6/2025).

Marwan menambahkan, akibat pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai, produksi CPO seluruh pabrik kelapa sawit di Bengkulu kini produksinya overload karena tangki penimbunan milik oabrik sawit sudah penuh.

Ia mengatakan, bila CPO diangkut menggunakan jalur darat berdampak pada tingginya ongkos operasional.

Ditambah terbatasnya armada mobil pengangkut CPO di Bengkulu yang berkapasitas besar.

“Sekarang tangki penimbunan CPO dari 33 pabrik kelapa sawait di Bengkulu, sudah penuh dan tidak ada tempat lagi untuk menampungnya. Jika pengerukan pelabuhan Pulau Baai, tidak bisa diselesaikan dalam waktu dekat ini, dipastikan pabrik CPO di Bengkulu akan menghentikan pembelian sawit petani,” ujarnya.

Kata dia, saat ini terdapat beberapa pabrik sawit menghentikan pembelian buah sawit dari petani karena tangki-tangki penampungan telah penuh.

Baca Juga:  BPDPKS Sebut Sebagian Besar Perkebunan Sawit Tidak Hasil Deforestasi

Meski demikian, ia tak bersedia menyebut nama perusahaan pabrik sawit yang menghentikan pembelian buah kelapa sawit dari petani.

“Sudah ada pabrik kelapa sawit di Bengkulu, pada bulan Juni ini menghentikan pembelian Tandan Buah Segar (TBS) sawit petani. Alasanya, karena tangki penimbunan CPO mereka sudah penuh dan tidak ada lagi tempat penampungan lain,” ungkap dia.

Meski ada pabrik kelapa sawit masih membeli TBS petani kemungkinan harga akan lebih murah.

Sebab, mereka terus berproduksi tapi CPO tidak tidak bisa jual akibat pelabuhan Pulau Baai mengalami pendangkalan.

“Jadi, pendangkalan alur pelabuhan Pulau Baai, Bengkulu, tidak hanya berimbas kepada pengusaha pengguna pelabuhan Pulau Baai, tapi dampaknya berimbas kepada petani sawit di Bengkulu,” ujarnya.

Diberitakan, Sekitar 10.000 ton crude palm oil (CPO) milik beberapa perusahaan kelapa sawit yang sudah dimuat di kapal terancam beku karena kapal terjebak di dalam kolam pelabuhan tak bisa keluar selama tiga bulan.

10.000 ton CPO rencananya akan diangkut menggunakan enam kapal laut. Setelah memuat CPO kapal tak bisa keluar pelabuhan. Kalau memaksa dipastikan kapal kandas.

Marwan S Ramis pengusaha jasa angkutan laut Bengkulu membenarkan hal tersebut saat dikonfirmasi kompas.com melalui telepon, Jumat (27/6/2025).

“Ada enam kapal bermuatan 10.000 ton CPO tidak bisa keluar dari pelabuhan Pulau Baai, karena alur mengalami pendangkalan dan ini masih dalam pengerukan oleh PT Pelindo setempat,” kata dia saat dikonfirmasi telepon. (Kompas.com).

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik