Pekanbaru-Viar Motor akan menjadi salah satu daya tarik utama dalam penyelenggaraan Dialog Sawit Memperkuat Kemitraan Inti dan Plasma serta Bedah Buku Setiyono: Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi yang digelar ASPEKPIR Indonesia pada Rabu, 1 Juli 2026 di Hotel Pangeran, Pekanbaru. Pada kesempatan tersebut, Viar Motor menampilkan berbagai kendaraan roda dua yang dirancang khusus untuk mendukung operasional perkebunan kelapa sawit, sekaligus menggelar demo penggunaan kendaraan di lapangan.
Melalui pameran ini, peserta dapat melihat secara langsung keunggulan motor Viar yang dirancang tangguh untuk menghadapi kondisi jalan perkebunan. Kendaraan tersebut diharapkan menjadi solusi mobilitas yang efisien bagi perusahaan perkebunan maupun petani sawit dalam menunjang berbagai aktivitas operasional di kebun.
Selain menampilkan produk, Viar Motor juga menghadirkan demonstrasi operasional kendaraan sehingga peserta dapat menyaksikan langsung performa motor dalam menghadapi medan perkebunan yang berat. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan teknologi kendaraan yang mampu meningkatkan produktivitas dan efisiensi di sektor perkebunan sawit.
Pameran Viar Motor merupakan bagian dari rangkaian Dialog Sawit Memperkuat Kemitraan Inti dan Plasma yang mempertemukan pemerintah, perusahaan perkebunan, petani plasma, akademisi, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan untuk membahas penguatan kemitraan inti-plasma dan masa depan industri sawit Indonesia.
Dalam kegiatan yang sama juga akan dilaksanakan bedah buku “Setiyono: Kisah dan Rahasia Sukses Petani Sawit Plasma Transmigrasi”, yang mengangkat perjalanan kemitraan inti-plasma selama lebih dari empat dekade sebagai salah satu fondasi pembangunan perkebunan kelapa sawit nasional.
Kehadiran Viar Motor diharapkan semakin memperkuat sinergi antara industri otomotif dan sektor perkebunan sawit melalui penyediaan kendaraan operasional yang sesuai dengan kebutuhan lapangan. Dengan dukungan teknologi yang tepat, produktivitas perkebunan diharapkan terus meningkat seiring dengan penguatan kemitraan antara perusahaan inti dan petani plasma.





