Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan menyatakan pemerintah akan mempercepat pengembangan bionergi berbasis komoditas pertanian. Komoditas yang akan dikembangkan menjadi energi di antaranya adalah singkong, tebu, jagung, hingga kelapa sawit.
Hal tersebut disampaikan Zulhas usai rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto di Jakarta, Jumat (13/3/2026). Prabowo disebutnya menginstruksikan percepatan tersebut.
“Barusan kita rapat koordinasi, atas perintah Bapak Presiden perlu percepatan swasembada energi,” kata Zulkifli Hasan.
Sebagai tindak lanjut program ini, pemerintah disebutnya akan memperluas pengembangan singkong dan kelapa sawit. Sebagian dari produksi nantinya akan diubah menjadi bioenergi.
“Tanaman singkong nanti akan diubah menjadi etanol. Kemudian percepatan pembangunan sawit yang sebagian untuk biofuel,” kata Zulkifli Hasan dikutip Antara.
Sementara itu, komoditas jagung dan tebu nantinya akan dimanfaatkan untuk bahan baku produksi etanol.
Pemerintah belum merinci target produksi komoditas pertanian untuk bioenergi tersebut. Namun, pemanfaatan komoditas pertanian disebut menjadi langkah memperkuat diversifikasi energi dan mengurangi ketergantungan bahan bakar fosil.
Berdasarkan data Kementerian Pertanian, produksi kelapa sawit nasional pada 2023 mencapai sekitar 47 juta ton dan diproyeksikan meningkat menjadi 48,12 juta ton pada 2025. Sementara itu, produktivitas rata-rata nasional mencapai sekitar 3,3 ton per hektare. Bun (kompas.tv)





