Ongkos Ekspor Minyak Kelapa Sawit Naik 50 Persen Imbas Konflik Timteng

Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) mencatat kenaikan biaya ekspor minyak kelapa sawit akibat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Israel, dan Iran.
Ketua Umum GAPKI Eddy Martono mengatakan ekspor minyak sawit Indonesia masih tetap berjalan di tengah situasi tersebut. Namun, biaya logistik dan asuransi pengiriman mengalami lonjakan signifikan.

“Kenaikan biaya logistik dan asuransi itu (sebesar) 50 persen kira-kira,” ujar Eddy di kantor Kementerian Pertanian, Jakarta Selatan, Rabu (11/3).
Ia menilai ekspor minyak sawit tidak akan berhenti karena komoditas tersebut merupakan kebutuhan utama bagi banyak negara.

Eddy mencontohkan pengiriman ke beberapa negara besar seperti Amerika Serikat, India, dan China masih terus berjalan.

Baca Juga:  Pemerintah Tegaskan Permentan No.03 tahun 2022 Lindungi Petani Sawit

“Mereka tetapi beli walaupun tadi dengan harga ada peningkatan di biaya logistik,” ucap Eddy.

Eddy mengatakan ekspor yang terdampak terutama ke negara-negara yang jalur pengirimannya melewati Selat Hormuz. Beberapa tujuan seperti Iran dan Uni Emirat Arab disebut sementara terhenti.

“Tujuan ekspor yang sulit dijangkau adalah yang melewati Selat Hormuz itu berhenti sementara. Uni Emirat Arab, Iran, itu (pengirimannya) berhenti. Tapi, itu kecil angka ekspornya, tidak besar,” ucap Eddy.

Eddy juga mengaku belum dapat menghitung secara pasti penurunan ekspor karena konflik masih berlangsung dalam waktu singkat.

Menurut dia, dampak yang lebih jelas kemungkinan baru terlihat setelah data ekspor hingga akhir Maret tersedia. Bun (cnnindonesia.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
ilustrasi-foto-tim-bpdp-o8kbg-pzgw
Gapki Sebut Industri Sawit Berperan Krusial Sebagai Motor Ekonomi di Daerah
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
boled
PLN kawal ekspansi industri sawit di Mempawah dengan penyediaan listrik andal dan berkelanjutan
bpdp-berusaha-menjembatani-anak-muda-untuk-menjadi-wirausaha-xhlr
BPDP Jembatani Gen Z Jadi Wirausaha UMKM Sawit
monyong
Kalteng Siap Suplai Bahan Baku B50, Gubernur Agustiar Sabran Pilih Optimalkan Lahan Sawit yang Ada
734549_720
7 Ancaman Besar Industri Sawit Indonesia: Ekspor Terancam, Pasar Global Bisa Hilang