Memperkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Dorong Hilirisasi Kelapa Sawit

Ketua Bidang Pertanian sekaligus Ketua Satuan Tugas Pangan Badan Pengurus Pusat Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) M. Hadi Nainggolan mengungkapkan industri kelapa sawit memiliki peran strategis dalam memenuhi kebutuhan pangan nasional. Hadi menjelaskan industri ini telah menyediakan pangan bagi 280 juta penduduk yang tersebar di seluruh tanah air.

Tanaman kelapa sawit dinilai memiliki berbagai keunggulan sebagai bahan baku produk pangan, di antaranya karakteristik harga kompetitif dan produktivitas tinggi. Selain itu, pasokan sawit dikenal sangat stabil dengan aplikasi penggunaan yang sangat luas di berbagai industri.

“Dari kelapa sawit kita menghasilkan berbagai macam produk turunan di bidang pangan. Banyak sekali produk pangan yang dihasilkan dari kelapa sawit,” ujar Hadi dikutip dari keterangan tertulis, Selasa (28/4).

Hadi memaparkan luas perkebunan kelapa sawit di Indonesia yang hampir mencapai 17 juta hektare harus dilihat sebagai modal kekuatan pangan. Komoditas ini tidak mengenal pola musiman, sehingga volume produksinya relatif konsisten setiap bulan dan tahunnya.

Kondisi produksi stabil tersebut memberikan jaminan kepastian dan kenyamanan bagi para pengusaha. “Saya sepakat bahwa kelapa sawit ini adalah tanaman unggulan dan andalan Indonesia yang harus dioptimalkan sebaik mungkin,” ujar Founder HANN Corp itu.

Saat ini, HIPMI terus mendorong para anggotanya untuk melakukan hilirisasi kelapa sawit di sektor pangan agar tercipta produk bernilai tambah. Produk hilir yang dihasilkan, seperti minyak goreng, margarin, roti, cokelat, hingga biskuit, terbukti mampu memenuhi kebutuhan konsumen akan kualitas dan nutrisi.

Baca Juga:  GIMNI Usulkan Minyak Kelapa Sawit Masuk Program Makan Bergizi Gratis

“Saat ini hampir semua pengusaha sukses di HIPMI memiliki kebun kelapa sawit, tetapi hanya sebatas menghasilkan TBS dan CPO. Masih perlu mendorong agar para pengusaha terjun ke sektor hilirisasi,” tuturnya.

Hadi mengharapkan kerja sama yang erat antara pengusaha dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) melalui Program Pangan dan Hilirisasi. Dia mengajak BPDP bergerak lebih jauh dengan menciptakan program inkubasi skala industri di sektor pangan guna meningkatkan daya saing global.

“Kami mengajak BPDP melompat lebih tinggi dengan menciptakan program inkubasi skala industri di program pangan,” tuturnya.

Inisiatif ini diharapkan mampu menciptakan setidaknya satu pengusaha hilirisasi sawit di setiap provinsi untuk membuka lebih banyak lapangan kerja.

Dia menilai apabila makin banyak pengusaha yang menggeluti hilirisasi sawit di sektor pangan, maka dampak positif yang dihasilkan pun kian besar. ”

mi mendorong di HIPMI ada satu pengusaha di setiap provinsi terjun ke hilirisasi sawit sektor pangan. Harus ada pengusaha yang bisa mengolah kebun sawit menjadi produk-produk pangan seperti mentega hingga keju,” imbuhnya. Bun (jpnn.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Slide2
Informasi Tentang Keanggotaan Asosiasi Petani Kelapa Sawit Perusahaan Inti Rakyat (Aspekpir) Indonesia dari Sabang sampai Merauke.
Terbaru
gapki
GAPKI Sebut Kelapa Sawit Konsisten jadi Tulang Punggung Ekonomi Selama Lebih dari 4 Dekade
kebun swtt
Jadi Produsen Terbesar Dunia, Produksi Minyak Sawit Indonesia Capai 53,6 Juta Ton
ful 17
Memperkuat Ketahanan Pangan, HIPMI Dorong Hilirisasi Kelapa Sawit
ilustrasi-lahan-sawit-1776312558427_169
Ini yang Terjadi jika RI Benaran Tutup Pabrik Kelapa Sawit Komersial