Harga pupuk telah naik hingga 150%, memberikan tekanan pada industri kelapa sawit di Malaysia dan Indonesia.

Konflik di Timur Tengah telah mendorong kenaikan harga bahan baku untuk produksi pupuk sebesar 100-150%, mengancam keuntungan perkebunan kelapa sawit dan menimbulkan risiko terhadap harga minyak nabati global.

Para produsen minyak sawit di Malaysia dan Indonesia menghadapi tekanan keuangan yang berat karena harga pupuk meningkat pesat. Situasi ini disebabkan oleh gangguan pasokan dan kenaikan biaya input, yang memaksa banyak pemasok untuk menyesuaikan daftar harga atau menangguhkan sementara penerimaan pesanan baru.

Harga bahan baku meroket akibat konflik geopolitik .

Menurut laporan pasar, harga beberapa komponen utama produksi pupuk meningkat sebesar 100% hingga 150% hanya dalam paruh pertama Maret 2026. Penyebab utama yang diidentifikasi adalah meningkatnya konflik di Timur Tengah dan blokade Selat Hormuz, yang mengganggu aliran minyak dan gas – bahan baku penting untuk produksi pupuk.

Produksi minyak sawit di Asia Tenggara sangat dipengaruhi oleh fluktuasi harga pupuk global.

Tantangan terhadap margin keuntungan perkebunan

Situasinya sangat buruk di perkebunan kelapa sawit, di mana biaya pupuk seringkali mencapai hingga 60% dari total biaya produksi. Kenaikan harga bahan kimia pertanian secara langsung mengurangi keuntungan, memaksa perusahaan untuk menerapkan langkah-langkah penghematan atau mencari alternatif agar tetap bertahan.

Baca Juga:  Begini Dampak Positif Hilirisasi Kelapa Sawit di Indonesia.

Menghadapi kenaikan biaya input, banyak petani dan produsen mulai beralih menggunakan sebagian pupuk organik atau kombinasi pupuk organik dan mineral. Saat ini, hal ini dianggap sebagai solusi optimal untuk mengurangi biaya, meningkatkan kualitas tanah, dan menuju produktivitas yang lebih berkelanjutan dalam jangka panjang.

Peringatan tentang dampak terhadap pasar minyak nabati.

Para ekonom memperingatkan bahwa jika konflik geopolitik berlanjut, tekanan pada sektor pertanian di Malaysia dan Indonesia akan meningkat. Hal ini tidak hanya akan memengaruhi rantai pasokan domestik tetapi juga berpotensi mendorong harga minyak nabati global ke level tertinggi baru. Bun (vietnam.vn)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
6a1d4b6f35e8d
Petani Sawit Keluhkan Besarnya Bea Keluar dan Pungutan Ekspor, Negara Dapat Rp 1000 per 1 Kg
tanda-tangan
Gubernur Babel wajibkan perusahaan sawit bantu koperasi
686ca7e56fddb
Pajak Air Permukaan untuk Sawit Dikritik, Berpotensi Tekan Industri dan Investasi
TBS-sawit
Sawit dan Biofuel di Papua: Harga Mahal Transisi Energi Indonesia
Terbaru
eddy_martono_PWI_GAPKI__
Dorong Pemahaman Bersama: Kelapa Sawit sebagai Komoditas Budidaya Berdasarkan UU No. 39 Tahun 2014
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50-1_169
BPS Buka-bukaan Nasib Ekspor Kelapa Sawit di Tengah Mandatori B50
emm
Industri Sawit Jadi Motor Penggerak Ekonomi Daerah dan Penerimaan Negara
whatttt
Sawit dan Ekonomi Nasional, BPDP Libatkan Media dalam Edukasi Publik