Tim Satuan Tugas Rumus Harga Tandan Buah Segar Provinsi Sumatra Barat menetapkan harga kelapa sawit di daerah itu mencapai Rp4.079 per kilogram pada pekan pertama April 2026 ini.
Dari keterangan Ketua Asosiasi Perkebunan Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Sumbar Jufri Nur mengatakan kenaikan harga sawit ini telah menghitung dari kondisi harga calm palm oil (CPO) di dunia yang kini juga mengalami kenaikan.
“Harga Rp4.079 per kilogram ini harga tertinggi sepanjang sejarah adanya perkebunan sawit di Sumbar. Bahkan, harga ini juga membuat harga sawit di Sumbar tertinggi secara nasional,” katanya, Selasa (7/4/2026).
Dia menyampaikan bahwa adanya kenaikan harga ini turut disambut gembira oleh petani sawit plasma yang ada di Sumbar, karena kondisi panen saat ini terbilang cukup bagus.
“Petani Sumbar berharap harga ini tetap minimal di level Rp4.000 per kilogram, dan saya sampaikan ke petani untuk bisa menabung, kemudian melakukan pemeliharaan kebun, sehingga produksi lebih tinggi dari sebelumnya,” ujar dia.
Jufri menyebutkan bahwa melihat kondisi ini, maka diperkirakan pada periode pekan depan, kenaikan harga masih terjadi. Artinya ada kemungkinan harga sawit masih bertengger di harga Rp4.000 per kilogram.
“Tapi harga ini hanya berlaku bagi perkebunan plasma atau bermitra dengan perusahaan. Kalau petani sawit rakyat, biasanya berada di bawah Rp4.000 per kilogram,” ungkapnya.
Menurutnya kenaikan ini cukup tinggi bila dibandingkan pada pekan-pekan lalu, di mana harga TBS resmi dari penetapan pemerintah itu Rp3.700 hingga Rp3.800 per kilogram.
“Jadi kondisi kabar baik bagi petani sawit,”
tutupnya. Salah seorang petani sawit rakyat di Kabupaten Pesisir Selatan, Zulbarni mengatakan bahwa pada Minggu (5/4) kemarin telah melakukan panen sawit perdana pascalebaran 2026.
Dikatakannya hal yang membuat dirinya kaget, harga TBS di tingkat petani mencapai Rp2.700 per kilogram, harga ini jauh mengalami kenaikan dibandingkan sebelum lebaran.
“Kalau dulu itu harga sawit di tingkat petani Rp1.500 hingga Rp1.800 per kilogram. Alhamdulillah sekarang naik sangat tinggi,” sebutnya.
Zulbarni berharap harga yang baik bisa terus bertahan pada masa-masa mendatang, karena bagi petani sawit rakyat dapat menikmati harga yang tinggi itu, turut berdampak kepada perekonomian keluarga. Bun (sumatra.bisnis.com)





