Aspekpir Indonesia Apresiasi Pola Single Management PalmCo

Ketua Asosiasi Petani Kelapa Sawit Inti Rakyat (Aspekpir) Setiyono menilai penerapan pola single management oleh PTPN IV PalmCo, subholding dari Holding Perkebunan Nusantara, membawa manfaat signifikan bagi petani mitra.

Menurutnya, pola pengelolaan terpadu tersebut tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas, tetapi juga memperkuat tata kelola kemitraan yang lebih transparan, profesional, dan berkeadilan.

“Dulu, bahasa single management sempat jadi momok di kalangan petani. Namun kenyataannya, PTPN justru memberikan kesempatan yang luas kepada petani untuk terlibat langsung dan berkembang. Petani tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian aktif dari sistem pengelolaan yang profesional,” katanya dalam keterangan tertulis, Senin (23/2/2026).

Single management merupakan pola pengelolaan terpadu seluruh proses budidaya kelapa sawit petani, mulai dari peremajaan hingga pemanenan, dengan standar operasional perusahaan.

Sistem ini mencakup penerapan operational excellence, kesetaraan produktivitas antara kebun perusahaan dan kebun plasma, pemberdayaan petani melalui program cash for works, korporatisasi kelembagaan petani, serta prinsip transparansi dalam setiap aktivitas pengelolaan.

Setiyono menegaskan bahwa sistem tersebut mampu mendorong produktivitas kebun plasma hingga setara dengan kebun inti perusahaan. “Produktivitas tinggi, bahkan usia sawit muda sudah menghasilkan TBS dengan volume luar biasa. Ini bukti bahwa ketika petani dilibatkan, hasilnya nyata,” tuturnya.

Selain peningkatan produksi, pola single management juga membuka peluang ekonomi baru bagi petani melalui kemitraan yang inklusif. Petani tidak hanya memperoleh pendapatan dari hasil kebun, tetapi juga terlibat sebagai tenaga kerja dalam kegiatan operasional maupun sebagai kontraktor lokal.

Baca Juga:  Malaysia Tak Akan Naikkan Campuran Biodiesel Sawit Jadi 20%

“Single management ini tidak tertutup, bahkan sangat terbuka. Kami para petani didorong untuk menjadi mitra dalam berbagai kegiatan, termasuk sebagai kontraktor. Pola ini membuat hubungan antara petani dan perusahaan menjadi setara, saling menguntungkan, dan saling membutuhkan,” tambahnya.

Setiyono menilai reformasi tata kelola yang dijalankan PTPN IV PalmCo, telah membawa perubahan positif dalam hubungan kemitraan antara perusahaan dan petani.

“Dulu saya sering berselisih dengan pihak perusahaan, tapi itu bagian dari proses pembelajaran. Sekarang, PTPN IV jauh lebih terbuka, komunikatif, dan fokus pada kesejahteraan petani plasmanya,” ujarnya.

Setiyono menghimbau para petani untuk menjaga kemitraan yang telah terbangun. “Kemitraan dengan PTPN IV PalmCo bukan hanya soal hasil panen, tapi juga keberlanjutan ekonomi, keterlibatan sosial, dan masa depan bersama yang lebih baik,” tutup Setiyono.

Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) terus mendorong penguatan tata kelola kemitraan berbasis transparansi, profesionalisme, dan keberlanjutan sebagai bagian dari transformasi industri sawit nasional yang inklusif dan berdaya saing. Bun (radarindo.co.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Permendan 13
Peraturan Menteri Pertanian No.13 tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Perkebunan Mitra
Terbaru
hhhh
PalmCo Kebut Sertifikasi 5.120 Pekerja, SDM Jadi Kunci Daya Saing Sawit
tandan
Mentan: Hilirisasi Sawit melalui B50 Perkuat Ketahanan Energi dan Kesejahteraan Petani, Kalbar Ikut Terdampak
1003261089
ITP2I dorong hilirisasi dan teknologi digital perkuat industri sawit
AKPY
AKPY, BPDP, dan Ditjenbun Perkuat SDM Pekebun Luwu Timur untuk Dongkrak Produktivitas Sawit Rakyat