Amran Laporkan 300 Pabrik Sawit ke Polisi, Tembusan Langsung ke Kapolri

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman melaporkan sekitar 300 perusahaan kelapa sawit yang menurunkan harga tandan buah segar (TBS) ke Polri.

Penurunan harga TBS terjadi setelah pemerintah mengumumkan pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia (DSI) sebagai eksportir tunggal produk sawit.

Amran mengatakan, data 270 hingga 300 perusahaan sawit tersebut akan dikirim ke Polda dan ditembuskan kepada Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. “Ada kurang lebih 270 sampai 300 perusahaan yang belum menaikkan harga dan kami akan kirim langsung ke Polda tembusan ke Pak Kapolri, Pak Kapolda, dan kepada Dirkrimsus ditindaklanjuti,” kata Amran di Kantor Kementerian Pertanian (Kementan), Jakarta, Senin (8/6/2026).

Meski sebagian harga mulai membaik, Amran menyebut masih banyak pabrik kelapa sawit membeli TBS di bawah harga acuan.

Setelah kembali aktif bekerja seusai cuti, Amran langsung menggelar rapat koordinasi pengendalian harga TBS.

Rapat itu menghadirkan puluhan perwakilan Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) sejumlah Polda di Indonesia. “Kami sampaikan alhamdulillah hari ini sepakat tidak ada lagi harga yang turun.Harus naik seperti kondisi semula,” ujar Amran.

Menurut Amran, perusahaan pengolahan kelapa sawit tidak memiliki alasan untuk menurunkan harga TBS petani.

Baca Juga:  Potensi Besar Industri Sawit Terapkan Model Ekonomi Sirkular

Sebab, harga minyak sawit mentah atau crude palm oil (CPO) terus naik.

Pada saat yang sama, nilai tukar dollar Amerika Serikat (AS) terhadap rupiah juga menguat hingga 10 persen.

Amran menilai penurunan harga TBS dan CPO di pasar domestik sebagai anomali.

“Harusnya harga naik 10 persen justru turun. Tapi alhamdulillah tadi laporan sudah 70 persen berangsur-angsur pulih,” kata Amran.

“Mulai hari ini harus kembali 100 persen dan bila perlu tambah 10 persen dari hargasebelumnya karena nilai dollar,” tambahnya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Satuan Tugas (Kasatgas) Pangan Brigjen Ade Safri Simanjuntak mengatakan, Satgas Pangan mendukung langkah Kementan untuk mencegah kebocoran penerimaan negara.

Ade mengatakan, Satgas Pangan mencium indikasi permufakatan jahat dalam penurunan harga TBS sawit.

“Kami menduga adanya indikasi kartel di sini atau persekongkolan jahat, persekongkolan diam-diam yang dilakukan untuk menyepakati harga TBS itu turun di saat harga CPO dunia tidak turun atau sedang cenderung naik malah gitu ya,” ujar Ade. Bun (money.kompas.com)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
sawit-tbs
Pakar Prediksi Harga TBS Kembali Naik Setelah Pemerintah Jelaskan DSI
sawit baik news
Limbah Sawit Riau Disulap Jadi Energi Hijau, BRIN dan PalmCo Garap Proyek Bio-CBG
Presiden Prabowo
PalmCo Siap Bangun 16 Pabrik Compressed Biomethane Gas (CBG), Olah Limbah 17 PKS Sawit
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Terbaru
1011143967p
Petani Sawit Khawatir, Ekspor Satu Pintu Lewat Danantara Bisa Tekan Harga TBS
anomali
Amran Laporkan 300 Pabrik Sawit ke Polisi, Tembusan Langsung ke Kapolri
satgas
Satgas Pangan Polri Selidiki Dugaan Kartel Harga TBS Kelapa Sawit, Siap Tindak Pelaku yang Rugikan Petani
mentan-amran-
Mentan Bingung Harga Sawit RI Turun Saat Dolar Tinggi: Ini Anomali