PENAS XVII Tahun 2026 Jadi Momentum Penguatan Pengembangan Komoditas Perkebunan (Kelapa Sawit, Kakao, dan Kelapa) Nasional di Gorontalo

Puncak acara Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026 berlangsung di Gelanggang Olah Raga David Tony, Kabupaten Gorontalo, Provinsi Gorontalo, pada Rabu (24/6/2026). Kegiatan yang dihadiri oleh Presiden Republik Indonesia, Bapak Prabowo Subianto, tersebut menjadi ajang pertemuan lebih dari 50.000 petani, nelayan, petani hutan, penyuluh, peneliti, pelaku usaha, serta pemerintah dari seluruh Indonesia untuk memperkuat sinergi pembangunan sektor pertanian dan perkebunan nasional. Dalam kegiatan ini, komoditas kelapa menjadi salah satu sektor yang mendapat perhatian sebagai komoditas strategis yang berperan dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan mendukung ketahanan ekonomi daerah. Turut hadir pada acara tersebut Direktur Utama Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) yang diwakili oleh Kepala Divisi Penyaluran Dana Sektor Hulu Pekebunan Kelapa, Triana Meinarsih, beserta tim.

PENAS XVII Tahun 2026 diselenggarakan sebagai wadah pertukaran informasi, gelar teknologi, pengembangan kemitraan, serta penguatan jejaring antara petani, pemerintah, dunia usaha, dan lembaga penelitian. Hal ini juga selaras dengan tugas dan fungsi BPDP dalam melaksanakan program-program yang telah diamanatkan melalui Peraturan Presiden Nomor 132 Tahun 2024 mengenai penyaluran dana untuk komoditas perkebunan (kelapa sawit, kakao, dan kelapa). Program yang diamanatkan kepada BPDP tersebut, antara lain, pengembangan sumber daya manusia perkebunan, penelitian dan pengembangan perkebunan, promosi perkebunan, peremajaan perkebunan, penyediaan sarana dan prasarana perkebunan, serta pemenuhan kebutuhan pangan, bahan bakar nabati, dan hilirisasi industri perkebunan.

Baca Juga:  GAPKI : Indonesia Belum Ada Acuan Harga Sawit yang Seragam

Selanjutnya, dalam rangka mendukung pengembangan komoditas perkebunan (kelapa sawit, kakao, dan kelapa), BPDP berpartisipasi dalam kegiatan PENAS XVII Tahun 2026 melalui penyebarluasan informasi program pengembangan perkebunan, penguatan kapasitas pekebun, serta dukungan terhadap pengembangan komoditas perkebunan strategis nasional. Kehadiran BPDP menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara pemerintah, pekebun, dan pelaku usaha dalam mendorong peningkatan produktivitas, peremajaan tanaman, penyediaan sarana dan prasarana, serta pengembangan hilirisasi komoditas perkebunan.

Sebagai salah satu daerah penghasil kelapa di Indonesia, Provinsi Gorontalo memanfaatkan momentum PENAS untuk memperkenalkan potensi besar komoditas kelapa beserta produk turunannya. Berbagai produk bernilai tambah, seperti minyak kelapa, Virgin Coconut Oil (VCO), cocopeat, coco fiber, arang tempurung, dan produk olahan lainnya, ditampilkan sebagai contoh peluang hilirisasi yang mampu meningkatkan nilai ekonomi kelapa sekaligus membuka lapangan kerja bagi masyarakat.

Melalui kolaborasi antara BPDP, BRMP Gorontalo, pemerintah daerah, pelaku usaha, dan para pekebun, PENAS XVII Tahun 2026 diharapkan menjadi katalisator percepatan pengembangan kelapa dari hulu hingga hilir. Sinergi tersebut diharapkan mampu meningkatkan produktivitas dan kualitas hasil perkebunan kelapa, memperkuat kelembagaan pekebun, serta mendorong terwujudnya industri kelapa yang berdaya saing dan berkelanjutan guna mendukung pertumbuhan ekonomi nasional. Bun (bpdp.or.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Permendan 13
Peraturan Menteri Pertanian No.13 tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Perkebunan Mitra
Terbaru
190691579p
Kemenkop Gandeng Agrinas Kelola Sawit Berbasis Koperasi, Awas Risiko Ketergantungan
image_750x_6a4733ea237ac (1)
PENAS XVII Tahun 2026 Jadi Momentum Penguatan Pengembangan Komoditas Perkebunan (Kelapa Sawit, Kakao, dan Kelapa) Nasional di Gorontalo
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50_169
Menkop Ungkap Arahan Prabowo: Koperasi Bisnis Sawit-Bikin Minyak Goreng
menkop-
Koperasi Masuk Bisnis Sawit: Bakal Bangun Pabrik CPO Sendiri