Pemerintah Kabupaten Bangka Selatan, Kepulauan Bangka Belitung mulai memetakan kawasan pengembangan empat komoditas unggulan yang menjadi fokus sektor perkebunan.
Kelapa sawit, lada, kelapa dalam, dan kopi ditetapkan sebagai komoditas prioritas sesuai karakteristik wilayah dan potensi ekonomi masing-masing daerah.
Langkah tersebut dilakukan untuk memperkuat produktivitas perkebunan sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kabupaten Bangka Selatan, Risvandika, berujar kelapa sawit saat ini menjadi komoditas yang paling banyak diminati masyarakat.
Minat terhadap sawit terus meningkat seiring perluasan areal perkebunan yang dilakukan petani maupun pelaku usaha.
Kondisi tersebut menjadikan sawit sebagai komoditas perkebunan yang paling berkembang dibandingkan komoditas lainnya.
Tercatat per tahun 2025 luas perkebunan kelapa sawit mencapai 29.904,94 hektare.
“Pertama sekali yang sangat tren sekali pada saat ini adalah kelapa sawit,” ujar dia kepada Bangkapos.com, Sabtu (13/6/2026).
Menurutnya, komoditas lada juga masih menjadi andalan masyarakat Bangka Selatan selain kelapa sawit.
Tanaman yang telah lama menjadi identitas daerah itu tetap mendominasi sektor perkebunan meskipun pertumbuhannya tidak sebesar kelapa sawit.
Hingga akhir tahun 2025 luas perkebunan lada mencapai 6.970,38 hektare.
Selain lada, pemerintah daerah juga mulai mendorong pengembangan kelapa dalam dan kopi yang dinilai memiliki prospek ekonomi menjanjikan.
Untuk perkebunan kelapa saat ini baru mencapai 639,50 hektare dan perkebunan kopi seluas 104,25 hektare.
Pemerintah daerah telah menyusun pemetaan kawasan untuk masing-masing komoditas agar pengembangannya lebih terarah.
Pemetaan dilakukan berdasarkan kondisi lahan, kesesuaian wilayah, serta potensi yang dimiliki setiap kecamatan. Bun (bangka.tribunnews.com)




