Kampar – Kolaborasi Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) dan Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (Aspekpir Indonesia) menggelar Workshop Inovasi Sawit untuk Perempuan di Kabupaten Kampar Provinsi Riau pada, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari langkah strategis BPDP bersama Aspekpir Indonesia dalam peningkatan kapasitas Perempuan dari kalangan petani dan UMKM kelapa sawit di Indonesia melalui pengembangan produk turunan bernilai tambah.
Workshop yang diikuti 80 peserta dari perwakilan petani dan UMKM sawit tersebut memuat narasi strategis BPDP terkait kandungan sawit pada produk kosmetik dan perawatan tubuh, pemberdayaan UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan, dan promosi.
Workshop dihadiri Kepala Dinas Perkebunan, Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten Kampar Marahalim, Ketua Aspekpir Riau Sutoyo, Pengurus DPP Aspekpir Tri Yantana, Perwakikan Divisi Kerja sama Kemasyarakatan dan UMKM Linda Sitanandra dan Regional Head PTPN IV Regional IV Bambang Budi Santoso.
Adapun narasumber keigiatan ini adalah adalah dr. Irdawati Novita, C.M.C, C.H.M (Dokter estetika medis/medical aesthetician), dr. Duta Setiawan (Dosen Fakultas Pertanian Universitas Tanjung Pura) dan Ilham Setiadi (Eksportir Lidi Sawit).
Kegiatan tersebut dibagi ke dalam dua sesi yakni sesi materi dan diskusi serta sesi praktik. Pada sesi materi dan diskusi, dijelaskan bahwa minyak sawit dan turunannya banyak digunakan dalam industri kosmetik dan perawatan tubuh karena memiliki sifat melembapkan, melembutkan, serta mampu membersihkan dan menstabilkan tekstur produk.
Dalam perspektif industri kosmetika dan perawatan tubuh, kandungan turunan sawit yang umum digunakan antara lain asam palmitat dan asam stearat sebagai emolien dan pembentuk tekstur krim, gliserin sebagai humektan untuk menjaga kelembapan kulit, SLS dan SLES sebagai bahan pembersih dan pembentuk busa pada sabun dan sampo, serta tocotrienol (vitamin E dari sawit) yang berfungsi sebagai antioksidan alami untuk melindungi kulit dari radikal bebas.
Kegiatan ini sekaligus menjadi momentum penguatan peran perempuan dalam rantai nilai industri sawit, serta mendorong tumbuhnya UMKM dan koperasi petani komoditas perkebunan yang mandiri dan berdaya saing.
Selain itu, kegiatan promosi sektor kelapa sawit dan produk turunannya juga terus digencarkan dalam forum tersebut sebagai bagian dari upaya memperkuat citra positif sawit Indonesia.
Melalui kolaborasi BPDP dan Aspekpir, workshop ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang pelatihan, tetapi menjadi titik awal lahirnya UMKM sawit yang mandiri, inovatif, dan berdaya saing di Kabupaten Kampar. Bun





