Sepanjang 2026, Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) melalui Disbun Kalsel menargetkan peremajaan sawit seluas 1.600 hektar. Target ini seiring dengan masih banyaknya kebun sawit berusia tua dan tidak produktif.
Peremajaan tersebut difokuskan di lima kabupaten sentra kelapa sawit di Kalsel. Yakni di Kabupaten Barito Kuala, Banjar, Tanag Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.
“Kami petani tentu sangat mendukung program tersebut. Selain produksi akan meningkat, kesejahteraan petani juga akan semakin terjamin, Ujar Jayadi petani sekaligus Ketua Aspek-Pir Kalsel saat berbincang bersama elaeis.co, Senin (30/3).
Menurutnya, bukan hanya produksi saja yang akan meningkat, lewat program PSR yang digawangi oleh BPDP itu, kualitas tandan buah segar (TBS) juga akan semakin baik. Dengan begitu maka harga beli TBS juga akan semakin tinggi.
Target PSR tersebut sebelumnya telah disepakati dengan penandatanganan perjanjian kerjasama beserta dukungan dana yang nantinya akan disalurkan kepada petani yang mengajukan peremajaan di Jakarta beberapa waktu lalu.
Jayadi berharap, program tersebut dapat berjalan optimal dan tepat sasaran. Kemudian sinergi antara petani dan pemangku kepentingan semakin erat terjalin sehingga tampak dukungan nyata untuk kelapa sawit berkelanjutan.
“Semoga berjalan tanpa ada hambatan, target tercapai sehingga produksi kebun kelapa sawit milik petani dapat meningkat dan mendapat harga yang sesuai,” tandasnya. Bun (elaeis.co)





