Tak cukup sekadar program, BPDP diminta genjot SDM kelapa sawit

Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) diharapkan memperluas program pengembangan sumber daya manusia (SDM) kelapa sawit untuk menjawab kebutuhan industri yang semakin kompleks.

Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung di Jakarta, Sabtu, menyatakan pengembangan SDM menjadi faktor kunci dalam mewujudkan keberlanjutan industri kelapa sawit nasional.

Menurut dia, pengembangan SDM harus mampu menjawab berbagai tantangan industri kelapa sawit yang semakin kompleks serta harus berperan aktif dalam menciptakan sistem industri kelapa sawit yang berkelanjutan.

“Pengembangan SDM kelapa sawit perlu mencakup aspek kualitas, keragaman keterampilan, serta ketersediaan tenaga kerja yang memadai,” ujarnya.

Selain meningkatkan kualitas SDM saat ini, lanjutnya, pengembangan tersebut harus mampu memenuhi kebutuhan industri kelapa sawit pada masa mendatang.

Tungkot menyatakan BPDP memiliki peran strategis dalam pengembangan SDM melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak-anak petani sawit dengan berbagai bidang keahlian.

Pengembangan SDM sawit tersebut dikelola oleh BPDP bersama dengan Direktorat Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian.

“Sejak awal berdiri BPDP telah mempersiapkan SDM industri sawit melalui penyediaan beasiswa pendidikan sarjana untuk anak- anak petani sawit. Program ini merupakan suatu reinvestasi dana pungutan ekspor,” ujar Tungkot dalam keterangannya.

Baca Juga:  Bantu Produktivitas Sawit, Pemerintah Perbaiki Regulasi Program PSR

Berdasarkan data tahun 2025, sebanyak 13.265 peserta telah memperoleh beasiswa untuk pengembangan SDM industri sawit di berbagai perguruan tinggi. Kemudian program pelatihan teknis telah menjangkau sekitar 32.152 petani kelapa sawit.

Pada 2026 BPDP menargetkan kuota beasiswa mencapai 5.000 mahasiswa baru dengan fokus pada penguatan kompetensi di bidang teknis dan teknologi perkebunan.

“Memang jika dibandingkan dengan kebutuhan peningkatan maupun penyiapan SDM industri sawit yang diperlukan, apa yang telah dilakukan BPDP tersebut masih perlu diperbesar pada yang akan datang,” ujarnya.

Ia mengharapkan BPDP bisa melahirkan generasi kelapa sawit yang berkualitas dan berdaya saing. Untuk memperkuat daya saing global kualitas SDM industri sawit nasional harus mampu melampaui negara pesaing seperti Malaysia.

“Inilah tantangan terbesar dalam SDM industri sawit kita. Bagaimana reinvestasi dana sawit untuk membangun dan mempersiapkan SDM sawit yang lebih unggul dari negara pesaing kita bahkan lebih unggul dari industri lain,” katanya. Bun (antaranews.com)

 

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
a_6a16c02e21f0c
Kuasai Pasar Nasional, Ini Daftar 10 Perusahaan Sawit Terbesar di Indonesia
0180d4bcc758ace3559f88820574900e
Mulai 2026, Perizinan Pabrik Kelapa Sawit Beralih dari Kabupaten ke Provinsi
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
Permendan 13
Peraturan Menteri Pertanian No.13 tahun 2024 tentang Pembelian Tandan Buah Segar Kelapa Sawit Produksi Perkebunan Mitra
Terbaru
pasokan-kelapa-sawit-buat-bahan-baku-b50_169
Menkop Ungkap Arahan Prabowo: Koperasi Bisnis Sawit-Bikin Minyak Goreng
menkop-
Koperasi Masuk Bisnis Sawit: Bakal Bangun Pabrik CPO Sendiri
sawittttttt
Kemitraan Inti-Plasma Dinilai Jadi Kunci Daya Saing Industri Sawit Nasional
astra-agro-
Astra Agro Lestari Perkuat Ekosistem Sawit Lewat Inovasi dan Kolaborasi