Turun Langsung ke Kebun, Region Head PTPN IV Tekankan Pentingnya Infrastruktur dan Perawatan

Di balik capaian produksi perkebunan, terdapat proses panjang yang dibangun dari kerja keras di lapangan. Hal itu tercermin dari langkah Khayamuddin Panjaitan yang turun langsung meninjau operasional di Kebun Durian Luncuk.

Kunjungan kerja tersebut menjadi bentuk komitmen pimpinan PTPN IV Regional IV dalam memastikan seluruh proses operasional berjalan optimal, mulai dari infrastruktur hingga pemeliharaan tanaman.

Bagi Khayamuddin, kepemimpinan tidak cukup hanya dari balik meja. Ia menilai penting bagi pimpinan untuk melihat langsung kondisi riil di lapangan, termasuk berbagai tantangan yang dihadapi pekerja kebun.

Dalam peninjauan tersebut, Khayamuddin menyusuri sejumlah titik jalan kebun. Fokus utamanya: memastikan kondisi infrastruktur mendukung kelancaran distribusi hasil panen.

Ia menegaskan, jalan kebun bukan sekadar fasilitas tambahan, melainkan komponen vital dalam rantai produksi.

“Infrastruktur jalan kebun memiliki peran strategis dalam mendukung kelancaran operasional, terutama dalam pengangkutan hasil panen. Perbaikan dan perawatan jalan menjadi investasi penting,” ujarnya.

Menurutnya, jalan yang baik akan mempercepat mobilitas, menekan biaya operasional, serta meminimalkan risiko keterlambatan distribusi hasil.

Selain infrastruktur, perhatian juga diarahkan pada aspek pemeliharaan kebun. Khayamuddin menekankan bahwa kualitas produksi tidak lahir secara instan, melainkan hasil dari proses panjang yang konsisten.

Baca Juga:  Gebrakan PalmCo, Bantu Peremajaan Sawit Rakyat 2.287 Ha di Awal 2026

Perawatan tanaman yang disiplin, kata dia, menjadi fondasi utama untuk menjaga produktivitas jangka panjang.

“Keberhasilan tidak datang secara instan. Semua lahir dari kerja keras yang dilakukan secara konsisten setiap hari,” tegasnya.

Ia mengingatkan seluruh tim di lapangan agar menjaga standar perawatan, karena tanaman yang dirawat dengan baik hari ini akan menentukan hasil produksi di masa depan.

Kunjungan ini sekaligus mempertegas arah kepemimpinan berbasis lapangan yang diterapkan di lingkungan PTPN IV. Pendekatan ini dinilai penting untuk memastikan kebijakan yang diambil benar-benar sesuai dengan kondisi riil.

Langkah turun langsung ke kebun juga menjadi sinyal kuat bahwa peningkatan produktivitas tidak hanya ditentukan oleh strategi di atas kertas, tetapi juga oleh eksekusi di lapangan.

Di tengah dinamika industri perkebunan, kombinasi antara infrastruktur yang memadai dan pemeliharaan tanaman yang konsisten menjadi kunci untuk menjaga daya saing dan keberlanjutan produksi. Bun (jambilink.id)

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
mbl swt
Kantong Petani Makin Tebal, Harga TBS Provinsi Babel Ditetapkan Naik Menjadi Rp3.514/kg
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
kelapa-sawit
Begini Cara Membuat Pakan Ikan dari Bungkil Kelapa Sawit
Terbaru
ngeselin
Riset Sawit Diminta Lebih Aplikatif untuk Jawab Kebutuhan Pasar
takberguna
Saat Sertifikat ISPO Dianggap Tak Berguna
20250514-20250501-img-7151
RI kebut B50 untuk kurangi impor minyak, harga CPO global naik
orangggg
Gas Pol! PTPN IV PalmCo Sukses Tuntaskan 2.287 Ha Rekomtek PSR di Awal Tahun