Indonesia merupakan negara produsen kelapa sawit terbesar di dunia, dengan mengekspor sawit ke beragam negara di berbagai penjuru dunia.
Melihat hal tersebut, Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) diharapkan terus mengoptimalkan dukungan terhadap kegiatan riset termasuk melalui pelaksanaan evaluasi komprehensif secara berkala guna memperoleh masukan strategis dalam meningkatkan efektivitas peran lembaga tersebut di bidang riset.
Direktur Eksekutif Palm Oil Agribusiness Strategic Policy Institute (PASPI) Tungkot Sipayung mengatakan, BPDP memiliki peran strategis serta komitmen yang kuat dalam mendukung kegiatan riset di sektor kelapa sawit nasional.
Hingga 2025, lanjutnya, BPDP tercatat telah mendukung pendanaan terhadap sekitar 400 judul penelitian yang mencakup berbagai aspek mulai dari hulu hingga hilir industri kelapa sawit.
“Riset yang dibiayai BPDP mulai dari hulu hingga hilir sektor kelapa sawit. Dari sudut ini, komitmen BPDP dalam mendukung riset-riset sawit sangat jelas terlihat,” kata dia dikutip dari Antara, Selasa (8/4/2026).
Sejauh ini riset-riset yang didanai BPDP mencakup berbagai macam topik mulai dari pengembangan material baru berbasis sawit dan biomassa yang menghasilkan nilai tambah tinggi hingga studi di lingkungan perkebunan dan kajian sertifikasi demi mewujudkan kelapa sawit berkelanjutan dan mendukung ekonomi sirkular atau daur ulang.
Namun demikian menurut Tungkot, salah satu hal yang perlu dievaluasi yakni keterbatasan hasil riset yang berhasil menjadi inovasi dalam praktik bisnis di industri kelapa sawit.
Dikatakannya, sebagian besar hasil riset kelapa sawit masih berhenti pada tataran publikasi ilmiah dan belum berlanjut ke tahap implementasi praktis di industri.
“Yang diperlukan industri sawit adalah inovasi bisnis. Agak ironi memang, riset-riset sawit semakin banyak tetapi produktivitas sawit stagnan bahkan menurun,” ujarnya.
Penelitian Terkait Penyakit Ganoderma
Dia mencontohkan, terdapat banyak penelitian terkait penyakit ganoderma yang menyerang tanaman kelapa sawit namun hingga saat ini belum terdapat kebijakan nasional yang solutif dalam penanggulangan penyakit tersebut di tanah air. Bun (sawitindonesia.com)





