ASPEKPIR Indonesia dan BPDP Gelar Workshop Inovasi Sawit untuk Pemberdayaan Perempuan di Muaro Jambi

 Asosiasi Petani Kelapa Sawit PIR Indonesia (ASPEKPIR Indonesia) bekerja sama dengan Badan Pengelola Dana Perkebunan (BPDP) menggelar Workshop Inovasi Sawit untuk Perempuan di Kabupaten Muaro Jambi, Selasa (17/2/2026).

Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya peningkatan kapasitas petani dan keluarga petani sawit melalui pengembangan produk turunan bernilai tambah. Workshop menghadirkan materi dan praktik langsung pembuatan fresh care berbahan sawit, snack stik dari umbut sawit, serta pengolahan lidi sawit siap ekspor.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Divisi UMKM dan Kemitraan BPDP Bapak Helmi Muhansah, Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Kabupaten Muaro Bungo Bapak Muhammad Taufik Hidayat, ST, Region Head PTPN IV Regional IV Jambi Bapak Khayamuddin Panjaitan, serta Camat Sungai Bahar Bapak Agus Riyadi, ST.

Selain itu, hadir pula narasumber Ibu dr. Irdawati Novita (via Zoom), Bapak Dr. Duta Setiawan, dan Bapak Ilham Setiadi. Kegiatan ini juga dihadiri Wakil Ketua ASPEKPIR sekaligus Ketua DPD I ASPEKPIR Provinsi Jambi Bapak Roy Asnawie, Kepala Sekretariat DPP ASPEKPIR Indonesia Bapak Efendi Pasaribu, Ketua DPD II ASPEKPIR Kabupaten Muaro Jambi, pengurus koperasi petani sawit PIR, serta para ibu peserta workshop.

Baca Juga:  Rekonsiliasi Ekonomi Sawit dan Keberlanjutan Lingkungan

Wakil Ketua ASPEKPIR sekaligus Ketua DPD I ASPEKPIR Provinsi Jambi, Roy Asnawie, menyampaikan bahwa kolaborasi antara ASPEKPIR dan BPDP merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian ekonomi petani sawit melalui hilirisasi produk.

Menurutnya, petani tidak hanya berperan sebagai produsen tandan buah segar (TBS), tetapi juga perlu didorong untuk mengembangkan produk turunan sawit yang memiliki nilai ekonomi lebih tinggi. Peran perempuan dinilai sangat penting dalam mendorong inovasi usaha berbasis keluarga dan UMKM.

Workshop ini juga diisi dengan pemaparan kebijakan dukungan BPDP terhadap pengembangan UMKM sawit, peluang ekspor produk turunan, serta praktik teknis pembuatan produk olahan. Antusiasme peserta terlihat tinggi sepanjang kegiatan, khususnya dalam sesi praktik yang memberikan keterampilan langsung dan aplikatif.

Melalui kegiatan ini, ASPEKPIR Indonesia bersama BPDP berharap lahir UMKM-UMKM baru berbasis sawit di Kabupaten Muaro Jambi, sekaligus memperkuat peran perempuan dalam mendukung peningkatan kesejahteraan keluarga petani sawit PIR.

Bagikan:

Informasi Terkait
Populer
mbl swt
Kantong Petani Makin Tebal, Harga TBS Provinsi Babel Ditetapkan Naik Menjadi Rp3.514/kg
CREATOR: gd-jpeg v1
Produksi dan Ekspor Kelapa Sawit Indonesia Meningkat pada 2025 Kementan Fokus Hilirisasi dan Keberlanjutan Perkebunan
menteri-agraria-dan-tata-ruangbadan-pertanahan-nasional-artbpn-nusron-wahid_169
Aturan Plasma Sawit Wajib Bagi Perusahaan Naik Jadi 30%
kelapa-sawit
Begini Cara Membuat Pakan Ikan dari Bungkil Kelapa Sawit
Terbaru
ngeselin
Riset Sawit Diminta Lebih Aplikatif untuk Jawab Kebutuhan Pasar
takberguna
Saat Sertifikat ISPO Dianggap Tak Berguna
20250514-20250501-img-7151
RI kebut B50 untuk kurangi impor minyak, harga CPO global naik
orangggg
Gas Pol! PTPN IV PalmCo Sukses Tuntaskan 2.287 Ha Rekomtek PSR di Awal Tahun