Dihadiri 100 Petani Sawit, WEI Gelar Hari Temu Tani di Rokan Hilir

Bagan Siapiapi – Widya Erti Indonesia (WEI) menyelenggarakan Farmer Field Day atau Hari Temu Tani di Gedung Olahraga Kecamatan Pujud, Kabupaten Rokan Hilir, Riau.

Acara ini dihadiri oleh 100 orang yang merupakan perwakilan dari 1.050 petani sawit swadaya yang telah mengikuti program Sekolah Lapang Kelapa Sawit (SLKS) dari Kecamatan Pujud dan Tanjung Medan.

Hari Temu Tani ini bertujuan memperkuat sinergi antara petani, pemangku kepentingan, dan pemerintah guna mewujudkan praktik pertanian kelapa sawit yang berkelanjutan.

Hari Temu Tani Rokan Hilir merupakan bagian dari program pendampingan petani sawit swadaya yang dilakukan oleh WEI dengan dukungan Unilever serta kolaborasi berbagai pihak.

Pemerintah daerah turut berperan melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian, Dinas Koperasi & UKM, serta Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Kabupaten Rokan Hilir.

Dari tingkat provinsi, dukungan diberikan oleh Dinas Perkebunan Provinsi Riau, sementara sektor swasta diwakili oleh PT KASS dan PT ASD Bakrie.

Kepala Bidang Pengolahan dan Pemasaran Dinas Perkebunan Provinsi Riau, Dr. Defris Hatmaja, mengapresiasi kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kapasitas petani sawit.

“Peningkatan kualitas dan kapasitas petani sawit menjadi salah satu tujuan utama pemerintah. Kegiatan seperti ini sangat membantu dalam mencapai target keberlanjutan industri kelapa sawit, sekaligus mendorong petani untuk mengadopsi praktik pertanian yang lebih baik dan bertanggung jawab,” katanya dalam keterangan resmi dikutip elaeis.co Sabtu (22/2).

Kegiatan ini juga menjadi ajang bagi para petani swadaya untuk berbagi pengalaman dan hasil pembelajaran dari program SLKS.

Baca Juga:  Indef usulkan pemerintah beri perhatian optimal kepada industri sawit

Melalui program ini, petani dibekali dengan berbagai keterampilan dalam menerapkan Good Agricultural Practices (GAP), termasuk manajemen kebun, teknik pemupukan yang tepat, serta praktik panen yang lebih efektif dan efisien guna meningkatkan hasil produksi.

Dalam sesi diskusi, para petani berkesempatan menyampaikan berbagai isu yang mereka hadapi, seperti pencurian tandan buah segar (TBS), perbedaan harga jual, serta strategi menghadapi tantangan dalam praktik pertanian sehari-hari.

Diskusi ini menjadi wadah bagi petani untuk mendapatkan solusi langsung dari para pemangku kepentingan.

Salah satu inisiatif yang diperkenalkan dalam acara ini adalah pemanfaatan kelapa sawit yang sudah tidak produktif untuk produksi gula sawit.

Inovasi ini membuka peluang diversifikasi usaha bagi petani, memberikan sumber pendapatan tambahan, serta membantu mengurangi biaya replanting.

Sutoyo, Project Coordinator WEI, menegaskan pentingnya sinergi antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dalam membangun industri sawit yang bertanggung jawab.

“Kami percaya bahwa kolaborasi antara petani, pemerintah, dan pemangku kepentingan lainnya dapat memperkuat produktivitas dan keberlanjutan sektor kelapa sawit, memberikan dampak positif tidak hanya bagi petani di tingkat lokal tetapi juga di tingkat global,” sebutnya.

WEI adalah organisasi yang berkomitmen meningkatkan kualitas hidup komunitas pedesaan dan marjinal melalui pendidikan dan pengembangan ekonomi.

WEI bekerja sama dengan berbagai pihak untuk mendorong pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals – SDGs) di Indonesia dan dunia.

Melalui berbagai program, WEI berupaya menciptakan masyarakat yang terdidik, berdaya, dan terlibat dalam lingkungan sosial yang setara serta berkelanjutan. (Elaeis.co)

Bagikan:

Informasi Terkait

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Populer
gubernur-riau-abdul-wahid-fotodiskominfo-riau-3w9xf-u4fg
Riau Berusaha Rebut Hak Kelola Kebun Eks Sawit Duta Palma
pekerja-mengangkut-kelapa-sawit-kedalam-jip-di-perkebunan-sa-lg9t
Rekonsiliasi Ekonomi Sawit dan Keberlanjutan Lingkungan
peta indonesia
Dewan Pengurus Daerah Tingkat II Aspekpir Indonesia
kelapa-sawit
Begini Cara Membuat Pakan Ikan dari Bungkil Kelapa Sawit
Terbaru
gubernur-riau-abdul-wahid-fotodiskominfo-riau-3w9xf-u4fg
Riau Berusaha Rebut Hak Kelola Kebun Eks Sawit Duta Palma
1973583465p
Meski Ada B40, Produksi CPO Nasional Berpotensi Tumbuh Terbatas
sebanyak-10-perusahaan-pengolahan-minyak-mentah-kelapa-sawit-c9ei (1)
Ekspor Minyak Sawit Sumbang Devisa Negara Capai Rp 440 Triliun
1858390282p
Ekspor Kelapa Sawit Turun Jadi Rp 440 triliun Sepanjang Tahun 2024