• Menyatukan kembali kekuatan-kekuatan ekonomi dalam bentuk koperasi dan kelompok tani PIR dalam satu kelembagaan nasional berupa asosiasi petani.
  • Membahas masalah pembinaan dan pengawasan kebun plasma siklus II (mulai dari peremajaan, pemeliharaan, panen dan pengolahan hasil).
  • Pemberdayaan koperasi pekebun (KUD) yang ada di wilayah PIR-Bun meliputi masalah manajemen, sumberdaya manusia, pengembangan usaha dan permodalan.

 

  • Dengan menyatukan dalam asosiasi yang bersifat nasional, petani PIR punya daya tawar kuat dalam menghadapi berbagai isu sawit nasional, terutama saat ini memasuki replanting. Kampanye positif bisa lewat bukti kesejahteraan anggota ASPEKPIR yang riil.
  • Kampanye negatif LSM bisa ditangkal, sebab LSM manapun tidak ada yang kampanye melawan petani.