Tahun Ini 5 Anak Petani Sawit Kalsel Nikmati Beasiswa dana BPDPKS

Pada Tahun 2018, total ada lima anak-anak petani kelapa sawit di Kalimantan Selatan (Kalsel) yang tempuh pendidikan dari dana yang dikelola Badan Pengelola Dana Perkebunan Kelapa Sawit (BPDPKS).

Dari total lima mahasiswa yang dibiayai dana hasil pungutan ekspor kelapa sawit ini, tiga diantaranya menempuh jenjang pendidikan S1.

Menurut Ketua BPD Asosiasi Petani Kelapa Sawit Indonesia (Apkasindo) Kalsel, H Syamsul Bahri, tahun sebelumnya ada 17 anak-anak petani kelapa sawit Kalsel yang juga tempuh pendidikan.


Mayoritas mereka tempuh pendidikan D1 di Institut Pertanian Yogyakarta dan Politeknik Sawit Citra Widya Edukasi Bekasi.

Hal ini diharapkan dapat terus berlanjut agar nantinya anak-anak petani ini bisa kembangkan kebun kelapa sawitnya agar bisa bekembang dan tetap bisa bersaing.

H Syamsul menjelaskan, walaupun demikian, manfaat dari dana BPDPKS yang sudah dinikmati petani kelapa sawit masih dominan pada pelatihan dan seminar seputar kelapa sawit.

Karena itu, Ia mengaku pihaknya hingga saat ini masih perjuangkan untuk dilakukannya penggantian bibit kelapa sawit palsu termasuk di Kabupaten Barito Kuala (Batola).

"Untuk di Batola ini setidaknya ada 2 ribu hektar kebun sawit yang perlu diganti bibitnya, belum lagi kabupaten lain," kata H Syamsul.

Sedangkan untuk Tahun 2019, Apkasindo Kalsel sudah usulkan untuk dilakukannya replanting tanaman kelapa sawit berumur tua di beberapa kabupaten di Kalsel termasuk Tanah Laut, Tanah Bumbu dan Kotabaru.

"Ini sudah kami komunikasikan dengan Bagian Sarana dan Prasarana BPDPKS pusat, jadi para petani, kelompok tani dan koperasi sawit segera buat proposal untuk diajukan," kata H Syamsul.